Perjalanan yang berharga

Ok, setelah cerita jalan-jalannya, sekarang cerita tentang agenda utamaku ke Malaysia kemaren *mengumpulkan ingatan yang tercerai berai*

Seperti yang aku ceritain sebelumnya, aku diikutsertakan dalam program magang ke PPZ (Pusat Pungutan Zakat) Malaysia selama 2 minggu bersama 5 teman lainnya yang tergabung dalam IADP (International Amil Development Program) yang merupakan program kaderisasi yang diadakan oleh IMZ untuk melahirkan calon amil (atau amil!) yang profesional, tangguh, berkarakter dan kompeten, dan tahun ini IMZ menggandeng PPZ untuk bekerjasama dalam program IADP. karena itu tujuan program magang kali ini adalah PPZ untuk mempelajari dan mendalami tentang PPZ serta pengelolaan zakat di Malaysia.

PPZ merupakan lembaga pemungut zakat semi pemerintah (kerajaan) yang didirikan pada tahun 1991 yang wilayah kerjanya meliputi Wilayah persekutuan yaitu Kuala Lumpur, Putrajaya dan Labuan. Sedangkan untuk penyaluran zakat diserahkan kepada Majelis Agama Islam Wilayah Persekutuan (MAIWP) melalui baitulmaal yang ada di wilayah persekutuan tersebut.

Alhamdulillah selama 2 minggu disana, pihak PPZ menerima kita dengan hangat dan terbuka. Waktu pertama kali kita datang ke PPZ, langsung disambut oleh Bpk. Amran Hazali sebagai koordinator program intership kali ini yang merupakan Assistant GM Management Services & Quality, selanjutnya kami mendengarkan taklimat tentang sejarah dan perkembangan zakat di Malaysia dari Bpk. Haji Mohd Rais Haji Alias yang merupakan ketua pegawai eksekutif PPZ-MAIWP. 

Minggu pertama, kami lalui dengan penjelasan tentang divisi-divisi yang ada di PPZ, dan setiap divisi memiliki fungsi dan target yang berbeda, dan satu sama lain saling berkaitan dan mendukung agar tujuan PPZ untuk mencapai target penerimaan zakat terpenuhi. Tahun 2012 saja PPZ menargetkan penerimaan zakat sebesar 360 jt RM, dan sampai dengan bulan september ini penerimaan sudah mencapai 240 jt RM, dan optimis target akan tercapai mengingat puncak penerimaan selain di bulan Ramadhan tapi juga di akhir tahun.

Sebagai lembaga pemungut zakat, PPZ slalu berusaha menyadarkan masyarakat muslim akan kewajibannya berzakat, untuk  itu PPZ terus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, berbagai kegiatan dan penyampaian penyampaian informasi melalui media sesantiasa digalakkan, kerjasama dengan perusahaan ataupun lembaga lain terus dilakukan.

    Dengan motto “PPZ-MAIWP memudahkan anda dalam menunaikan zakat”, PPZ senantiasa memberikan berusaha memberikan berbagai fasilitas kemudahan dalam melakukan pembayaran zakat, antara lain :
  • konter kas PPZ yang saat ini sudah ada 10 konter yang terdapat di  Shamelin, Daruzakkah, Masjid Negara, Wangsa Maju, Putrajaya, Masjid At-Taqwa TTDI, Masjid Abd Rahman Auf (Puchong), Masjid Imam Al-Ghazali (Kepong), Labuan, dan yang terbaru UTC Pudu Sentral yang baru diresmikan tanggal 22 September 2012. Selain menerima pembayaran zakat dalam bentuk tunai, juga menerima pembayaran dalam bentuk cek, kad kredit perbankan islam, kad debit/ATM, MEPS Cash.
  • Bank, saat ini PPZ memiliki 18 rekening di bank yang berbeda, dan PPZ bekerjasama dengan bank untuk membuka konter, jadi muzzaki ketika membayar zakat via bank akan dilayani petugas konter dan mengisi form khusus pembayaran zakat, kemudian petugas bank akan menerima uangnya, untuk kemudian disetor ke rekening PPZ yang ada di bank tersebut, dan pihak bank akan mengirimkan laporan total penerimaan yang diterima setiap hari.
  • konter penjabat pos  diseluruh wilayah persekutuan, sama seperti bank, dimana muzzaki dapat melakukan pembayaran zakatnya via kantor pos, dengan mengisi form khusus pembayaran zakat, dan kemudian diinput di sistem pos, kemudian muzzaki akan menerima slip pembayaran. Pihak kantor pos akan mengirimkan laporan setiap hari kepada PPZ.
  • Skim potongan gaji, merupakan kerjasama PPZ dengan perusahaan untuk melakukan potongan gaji bagi karyawan yang membayar zakat. Sampai saat ini sudah 2.700 perusahaan yang sudah bekerjasama dan merupakan metode pembayaran yang paling diminati, sehingga penerimaan zakat via skim potongan gaji merupakan penerimaan terbesar dari total zakat yang dihimpun.
  • Selain fasilitas pembayaran diatas terdapat fasilitas pembayaran lain yaitu kiriman pos, SMS-Zakat (Mobile Money), Mesin ATM Kios, bahkan saat ini yang terbaru melalui media web (zakat.com.my) dan Iayanan iZakat yang dapat diunduh di ponsel berbasis Android, serta konter bergerak.

 PPZ memiliki sistem komputer berintegrasi yang di sebut SIZA (Sistem Integrasi Zakat), sistem komputer berbasis online ini amat sangat mendukung kinerja PPZ. Setiap informasi yang dibutuhkan dapat disajikan dengan cepat, akurat dan tentu saja slalu update, baik itu informasi kelembagaan maupun informasi lainnya, jadi laporan akan penerimaan zakat akan selalu update, bahkan untuk laporan keuangan. PPZ juga memiliki sistem elektronik filing yang disebut DR. DOK, namun baru digunakan disatu divisi untuk surat masuk dan keluar.

Selain ke PPZ, diminggu kedua kami diajak berkunjung ke MAIWP (Majelis Agama Islam Wialyah Persekutuan) untuk mengetahui bagaimana sistem penyaluran zakat yang dilakukan oleh MAIWP melalui baitulmal atas dana zakat yang sudah dihimpun oleh PPZ, MAIWP memiliki 28 skim (bentuk) bantuan yang diberikan kepada mustahik. baik itu bantuan hidup, pendidikan, kesehatan, modal kerja, dll, seperti pepatah “berikan kailnya jangan ikannya”, baitulmal berusaha agar setiap dana yang disalurkan dapat bermanfaat dan membantu meningkatan perekonomian mustahik, sehingga nantinya tujuan jangka panjang agar tidak ada lagi masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan, dan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.  Karena lembaga penghimpun dan penyaluran zakat berbeda maka hak amil dari 1/8 dana zakat, baik PPZ maupun baitulmal mendapatkan 1/16 dari total hak amil.

Kemudian berkunjung JAWHAR (Jabatan Wakaf Zakat dan Haji) di Putrajaya, dan menyampaikan tentang perkembangan wakaf di Malaysia yang potensi dananya sangat besar dan Malaysia menerapkan konsep Wakaf Produktif (bisa langsung ke webnya untuk penjelasan lebih lanjut), dan berikutnya ke IKAZ (Institut Kajian Zakat) yang merupakan lembaga kajian zakat. 


Untuk mengetahui bagaimana proses menerimaan zakat dikonter, kami diajak ke konter kas PPZ di Masjid Negara dan konter terbaru di UPC Pudu Sentral, ke konter bank BMI dan konter kantor pos. Dan setiap kita berkunjung slalu disambut dengan hangat dan bersahabat, menjelaskan secara detail tentang proses pembayaran zakat, mulai dari muzzaki datang ke konter, kemudian mengisi form pembayaran zakat, selanjutnya diinput di SIZA dan menerima kuitansi pembayaran zakatnya, untuk ID muzzaki PPZ menggunakan ID Card (KTP) sehingga semakin memudahkan dalam setiap pendataan. Sedangkan untuk konter bank dan pos berbeda, karena terkait dengan pihak ketiga, jadi setiap muzzaki yang membayar zakat akan menerima slip pembayaran dari pihak bank dan pos, tapi kemudian muzzaki akan menerima kuitansi asli dari PPZ paling lambat 14 hari kerja.

 Banyak pelajaran dan ilmu yang dapat diambil selama perjalanan 2 pekan itu. Bagaimana keseriusan pemerintah Malaysia dalam mendukung perkembangan zakat di Malaysia dengan kebijakannya memberikan rebat tax atau potongan pajak bagi masyarakat yang membayar zakat, membuat masyarakat muslim semakin sadar akan kewajibannya  berzakat. Lembaga pengelola zakat yang profesional dan amanah dengan sistemnya yang sangat rapi, dan penyaluran zakat yang tepat sasaran sehingga semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat, menjadi faktor pendukung satu sama lain akan meningkatnya penerimaan zakat di Malaysia dari tahun ke tahun, dan nantinya dana zakat dapat berperan secara signifikan untuk mempercepat kemajuan dan kesejahteraan masyakat, mengurangi angka kemiskinan dan meratakan aset dan sumber-sumber ekonomi pada seluruh masyarakat sehingga tercapai masayarakat yang makmur dan sejahtera.
 

Iklan

Berharap dapet giveaway

Tadi ga sengaja BW ke sini, eh ternyata lagi ngadain giveaway dan hadiahnya lucu-lucu banget,  udah gitu caranya gampang lagi, cuma jawab pertanyaan soal apa yang menjadi pertimbangan utama kita waktu beli oleh2, nah itu dapet 3 poin, trus kalo kita promosiin giveawaynya di twitter atau blog dapet satu poin lagi. Tuh…gampang kan…!!!

Nah, berkat kebingungan waktu mau beli oleh2 pas perjalanan ke Malaysia kemaren, sampe mesti minta petuah dulu sama abangku, akhirnya menemukan pencerahan dalam membeli oleh2,soalnya kalo ga  dikasih petunjuk, bawaannya pengen semuanya dikasih tapi kan ga mungkin juga yah berat di budget soalnya. Nah akhirnya dipilih deh siapa aja yang mau dikasih, yang pastinya aku pasti beliin sesuatu yang ada ciri khas/identik dengan kota/negara yang dikunjungi, meski kadang cuma gantungan kunci doang :P. Dan menurutku oleh2 itu juga  sarana berbagi juga buat orang-orang terdekat.


akhh…mudah2an aku menang giveawaynya *berdoa dimulai*

Mencoba Peruntungan

Dengan ikutan giveaway mba Dhita

Semalem, waktu bw ke blognya mba dhita ternyata ada postingan baru dengan judul giveaway,  yang pertama kali diliat adalah hadiahnya :D, dan saat mataku langsung tertuju pada tas yang akan diberikan sebagai hadiahnya, trus langsung bilang “wa..itu tasnya luthccu banget, biru lagi, mau banget dong”, padahal selain tas ada BB Cream dan Masker juga lho tapi aku lebih berharap dapetin tasnya. trus liat  persyaratannya gampang pula, cuma nulis komen alasan kita pengen/berhak dapetin itu hadiah dapet 1 poin trus kalo kita twit komen kita dan dimention ke mba dhitanya dapet satu poin lagi. dan giveaway ini berlangsung sampe tgl 25 Okt dan diundi dengan dikocok *kaya arisan* tgl 26 Okt-nya. Akhirnya aku langsung komen dan twit saat itu juga, dan inilah untuk pertama kali aku ikutan giveaway….*harap-harap cemas*
Kenapa aku pengen tasnya, soalnya aku ga punya tas selempang dengan model “perempuan” kaya gitu.  selama ini ya punyanya tas backpack alias ransel aja biar bisa muat banyak, jadi ke kantor ato lagi jalan2 ke mall pakenya yah tas ransel itu, bahkan pernah nih ya kondangan aku bawa tas ransel karena abis nginep dirumah mertua jadi bawaanya banyak,  ih ga banget deh pokonya udah baju feminim, pake high heels tapi bawanya tas ransel *ish..ish*  Pernah aku minta ke abang buat beliin tas yang model selempang biar istrinya modis dikit tapi apa katanya coba “jelek ah de, ga bisa muat banyak, lagian selempang gitu bahunya jadi berat sebelah doang, udah tas ransel aja kan enak tuh muat banyak” *gubrak* hu.hu.hu.suamiku ga pengertian.  
Mudah2an aku dapet tas cantiknya yah *langsung doa banyak2-kabulin ya Allah*, lumayan banget kan dapet tas gratis :P.
catt: ada ralat, katanya giveawaynya sampe hari ini aja dan hadiahnya cuma 1 dari 4 yang awalnya diumumin, semoga hadiahnya adalah tas *teetteeuupp ngarep*

  


Berminat mengadopsi ?

Aku kebobolan lagi……

Mochi yang rencananya mo disteril malah udah hamil bunting duluan, jadi gagal total deh rencana ga bakal nambah kucing lagi dirumah.

Nah bulan september kemaren akhirnya mochi ngelahirin anaknya generasi eerr..ketiga, ga tanggung2 yang selama inin cuma ngelahirin 3 doang, sekarang malah 5 sekaligus udah gitu jantannya cuma 1 doang selebihnya betina *ckckck*.

Sekarang ini dirumahku sudah ada 8 kucing, dan ketambahan mereka maka jadi 13 kucing plus 1 lagi yang kemaren aku temuin didepan rumah jadi total semuanya ada 14 kucing. Aku bukannya ga sayang sama krucil2 ini, tapi kasian sama kucing2ku yang sebelumnya kaya merasa kurang perhatian gitu, maunya dimanja terus dan jadi suka kabur2an,  apalagi nih  ada satu kucing yang kalo sama krucil2 bawaanya kesel melulu dan galak banget, pokonya pengen ditoyor terus si krucil2nya sambil digusah2, kan malah kasian krucil2nya, dan terakhir aku khawatir ga bisa merawat mereka semua dengan baik karena saking banyaknya bahkan sampai saat ini aja aku belum ngasih nama ke mereka.

Maka dari itu aku mencari catpeople yang bersedia merawat mereka dengan baik, menjaga dan memberikan kasih sayang dan perhatian yang mereka butuhkan.

Beneran deh ada kesenangan dan kebahagiaan tersendiri ketika merawat mereka, ngeliat mereka aktif dan licah, ngegemesin dan nguyel2 mereka.

Inilah mereka..

Mencoba keluar

Krucil 1

Krucil 2

Krucil 3

Krucil 4

Krucil 5 yang aku temuin didepan rumah,

Krucil 6

Back to routine

Waktu masuk kekantor lagi setelah 2 minggu ditinggalkan, menemukan fakta bahwa kembali ke meja sudah disambut dengan tumpukan rekening koran yang harus direkonsile dan data cabang yang harus diverifikasi.*sampe ga keliatan itu meja*. trus udah gitu  diminta laporan bulanan lagi sama tim corsec  *tarik napas ga dibuang2*
Tapi mungkin karena pergi 2 minggu tugas kantor sekalian refreshing, jadi lumayanlah sekalianlah merecharge kembali tenaga dan pikiran yang kemaren2 udah suntuk sama kerjaan, sampe GM-ku bilang “wah, dian lebih segeran yah sekarang” *emang sekusut apa gitu tampangku*. 

Jadi meski meja ga keliatan karena ketutupan dokumen, meski dikejar-kejar bikin laporan, insya allah semangat akan terus berkobar seperti api olimpiade *lebay*

Sampai saat ini rekonsile udah tinggal setengahnya, data cabang hari ini kelar mudah2an, dan sekarang hari Jumat *iya udah tau*, jadi mari kita selesaikan pekerjaan minggu ini, biar weekend kita tenang YIPPIEEE…
*diingetin lagi sama dokumen yang harus difiling*

 

Family Gathering PT. SI

ke Trans Studio Bandung…

Sabtu kemaren, kantor abangku ngadain family gathering ke Trans Studio Bandung. Karena ngumpulnya dikantor dan berangkatnya jam 7 plus rumah kita amat sangat jauh  akhirnya kita plan berangkat dari rumah jam 5 pagi. Tapi…..gara-gara aku baru tidur jam 3, waktu bangun kaget karena udah hampir jam 5 aja, akhirnya grabak grubuk mandi beberes trus langsung berangkat.

Eh..baru juga nyampe gerbang depan perumahan, tiba-tiba ada kitten lagi nyebrang dan ngeong2 kelaparan, akhirnya kita berenti dulu, trus abang bawa kucing ke rumah buat dikasih makan *kita slalu nyediain makanan kucing didepan rumah*, dan barulah kita berangkat lagi dan alhamdulillahnya ga macet jadi nyampe sana jam 7 kurang, dan udah pada rame, trus nyari nomor bus kita dan langsung naik deh.

Kita dapet bus yang lumayan kosong karena di divisi abangku banyak yang ga ikut, jadi lumayan lah bisa berlega-lega ria, ketemu dan kenalan sama temen2 abangku yang selama ini cuma kenal lewat cerita/foto aja *Halo Putri, Ajeng dan Meyri*. Ga lama kemudian bus berangkat, makan snack yang dibagiin dan ga lama kemudian tidur saking ngantuknya, bangun2 udah mo keluar tol  Cipularang aja. 

Sampe di Trans Studio udah jam 11, dan waktu masuk tas kita diperiksa karena katanya ga boleh bawa makanan dan minuman dari luar, nunjukin tiket, dan langsung masuk. Karena  ada acara ceremony dan pembagian doorprize jadi kita semua ngumpul di panggung utama, dan sebelum acaranya dimulai, kita makan siang dulu dengan nukerin voucher makan. Waktu acara baru setengha berjalan, aku yang agak bosen pengen langsung maen dan sholat juga, akhirnya aku ngajak abang keluar dari acara *lagian ga dapet juga tuh doorprizenya* buat sholat, tapi….bukannya ke mushollah, aku malah ngajak abanag ke wahana Petulangan si Bolang dan emang antriannya sedikit jadi ga lama langsung naik dan berkeliling ke daerah-daerah yang dikunjungi si Bolang *ya ga beda lah sama istana bonekanya dufan*, abis itu kita ikut antrian lagi di Transcar yang ternyata ular naga panjangnya, tapi karena    kadung ngantri akhirnya diterusin juga sampe naik transcarnya, abis itu baru sholat. 😀 


Sholat udah, baru deh kita menjelajah ke wahana-wahana yang lain mulai dari Jelajah yang  bikin kita basah-basahan, lanjut ke sky pirates yaitu naik “balon udara” dan kita bisa ngeliat  trans studio dari atas, abis itu baru deh ke science center yang ternyata seru lho, kita aja betah berlama-lama disitu karena banyak pengetahuan dan media yang dipakai pun menarik, jadi ga ngebosenin. Trus karena laper, dan konter makanan disana ga bisa pake tunai untuk transaksinya, akhirnya kita beli megacash dan beli makan di warung iga yang ternyata enyak iganya. Nah selesai makan ternyata ada parade, tapi karena rame dan ga bisa nonton juga, kita menuju dragon rider, abang aku ajak naik ga mau akhirnya aku naik sendiri deh. dan dragon rider ini lumayan sedikit memacu adrenalin.

Ngomong-ngomong soal adrenalin, kita emang sengaja skip untuk wahana yang bener-bener memacu adranalin padahal takut kaya Giant Swing, Vertigo, Racing Coaster dan Negeri Raksasa. Makanya dari 20 wahana yang tersedia disana, kita cuma naik 5 wahana aja gitu. 


Ternyata setelah parade itu ada pertunjukan laser, yang kisahnya tentang *ehm..apa yah?lupa*, keren kataku soalnya emang belum pernah nonton pertunjukan laser sebelumnya.


Setelah pertunjukan laser selesai, udah pada keluar kan, jadi kita ikutan juga keluar, refund  mega cash dulu sebelumnya trus baru deh balik ke bus, nunggu pulang. Dan waktu busnya jalan aku yang emang dasar pelor *nempel langsung molor* tidur aja lagi, bangun2 ditempat beli oleh-oleh, tapi…aku yang awalnya semangat buat beli oleh2, malah males turun dari bus dan lebih memilih lanjutin tidur *ckckck*. Dan waktu pulang kerumah, di motor aku tidur aja gitu sampe diomelin sama abangku, dan akhirnya abangku ngajak ke sevel buat beli kopi dan istirahat sebentar disana sambil ngemil baru lanjut pulang, sampe rumah malah melek semelek2nya, padahal badan udah cape meski akhirnya tidur juga sih tapi jam 2. @_@


Aku Senang………




Sky pirates


Diantara peri dan nenek sihir


membuat cincin awan




Dragon rider



Short Trip to Singapore

IN ONE DAY !!

Berhubung di Malaysia kita stay selama 2 minggu dan sabtu minggunya libur, trus Kuala Lumpur pun udah kita kelilingin pas hari kedua di Malaysia, jadi Yana sama Reisa ngasih pendapat gimana kalo kita nyebrang ke Singapore, mumpung biaya perjalanannya murah, dan  bisa kesempatan pergi ke dua negara sekaligus dalam satu perjalanan. Awalnya aku kurang setuju untuk pergi ke Singapore, lah aku kan pengen puas-puasin keliling KL lagian ngapain sih ke Singapore segala, udah nikmatin aja di KL toh lumayan kan uangnya buat beli oleh2, tapi disisi lain aku juga pengen ngerasain petualangan ke Singapore toh kesempatan ini ga bakal datang dua kali kan. 

Akhirnya sabtu pagi kita pergi ke KL Sentral dimana disana ada konter penjualan tiket kereta api menuju Singapore, setelah melihat jadwal keberangkatan dan berembug,  akhirnya kita memutusin untuk berpetualang ke Singapore dan langsung beli tiket kereta dengan jurusan KL-Woodlands seharga 68 Ringgit PP dengan jam keberangkatan jam 11 malem dan sampe Singapore jam 7 pagi.

Setelah pulang beli oleh2 di Central Market dan Petaling Street, kita balik ke hotel untuk mempersiapkan keberangkatan ke Singapore, dan keluar dari hotel jam 8 malem trus makan dulu baru lanjut pergi ke KL Sentral nunggu keberangkatan jam 11. Waktu nunggu kita dan ngobrol, ada bapak yang memperhatikan kita soalnya kita ngomong pake bahasa, dan ternyata bapak itu orang Indonesia yang sudah tinggal di Malaysia selama 40 tahun tapi masih menggunakan bahasa Indonesia dan jawa bukan melayu, akhirnya kita ngobrol-ngobrol sama bapak itu yang bernama Abdul Rofiq. Trus waktu Reisa sama Wilda mo nuker ringgit ke Singapore Dollar bapak itu malah melarang kita buat nukar, malah dia memberikan uangnya ke kita. Tau ga berapa yang dia kasih ke kita? 100 Singapore Dollar, kita yang nerima aja terbengong-bengong, sampe nanya “beneran nih pak dikasih ke kita, ga dituker sama ringgit kita” bapak itu bilang “iya, saya kasih buat kalian, cukuplah buat disana”  subhanallah baik banget bapak itu *smoga Allah memberikan rizki yang lebih baik yah pak*

Kereta berangkat on time dan waktu sampe Johor Bahru kan ada pemeriksaan imigrasi, nah kita ga perlu turun kereta melainkan petugas imigrasinya yang naik dan memeriksa paspor masing-masing, setelah itu kereta jalan lagi dan sampailah kita di stasiun Woodlands Chekpoint. Setelah turun dan ke stasiun disini kita harus mengisi form imigrasi yang berisi informasi kita dan tujuan kita ke Singapore, baru ke petugas imigrasi buat di periksa trus periksa barang dan barulah keluar dari stasiun woodlands.

Petualangan dimulai ketika keluar stasiun kita bingung mo kemana, akhirnya kita naik sembarang bis yang bisa membawa kita keluar dari woodlands, tapi yang jadi masalah kita ga punya SGD buat bayar adanya juga 100SGD yang dikasih sama pa Rofiq itupun waktu kita kasih ke supirnya, dia gapunya kembalian, akhirnya kita diijinin buat bayar pake ringgit seharga 17 ringgit untuk 6 orang. Kebetulan di bis itu ada turis Jepang yang mau ke Singapore kotanya juga, akhirnya kita ngikut mereka turun di stasiun marsiling. Nah dari situ baru kita liat peta MRT, pokonya tujuan kita saat itu ke Merlion, dan ada bapak yang baik hati ngasih tau kita arah kesana, dan menyarankan kita untuk beli tiket pass tourist biar ga perlu beli tiket MRT setiap mo naik *alhamdullillah kita selalu ketemu orang baik* 

Setelah nuker S$100 yang punya kita distasiun barulah bisa beli tiket MRT, dan kita menuju ke stasiun City Hall untuk beli tourist pass, sambil menunggu konter tiketnya buka kita jalan2 dulu dan rencananya mo sarapan dari sisa beli tiket di Marsiling, dan waktu kita mo beli paket di Mcd seharga S$5 ternyata itu hanya berlaku untuk lunch dan kita niatnya beli buat sarapan, akhirnya gagal makan deh karena uangnya pas2an *sambil nahan lapar*, setelah konter tiket buka kita langsung beli, yang ternyata tiketnya seharga S$20 bukan S$ 10 seperti yang kita perkirakan, karena harus ada deposit S$10 yang nantinya bisa direfund, tapi  karena kita hanya punya S$80, jadi hanya cukup beli tiket buat 4 orang, akhirnya Ery dan Wawan mengalah mesti nuker uang baru beli tiket. 

Karena buat pegangan, akhirnya masing2 kita nukerin uangnya juga ke S$ yang rencananya buat beli oleh2 ataupun buat yang laennya, setelah semuanya beli tourist pass, akhirnya kita nentuin tujuan pertama adalah ke Harbour Front soalnya kita mo ke Sentosa Island sebelumnya makan2 dulu di Vivo city kalo ga salah *lupya euy*-engga ko kita ga masuk ke Universal Studio cuma ke Sentosanya aja-,dengan tiket seharga S$3,5 kita menuju sentosa Island, foto-foto didepan Universal Studio, trus keliling disana, setelah puas baru trus balik ke Harbour Front untuk selanjutnya ke China Town buat beli oleh2 *lumayan dapet gantungan kunci dan magnet kulkas* dan perjalanan berikutnya ke Mustafa Center yang kita kira adalah bisa buat tempat sholat ternyata Mustafa Center itu swalayan yang disana tersedia segala ada dan dengan harga yang murah, karena capek dan kita belum sholat Dzuhur akhirnya kita mutusin sholat di masjid india *duh lupa namanya* istiharat sebentar dan sekalian aku ganti baju disana, trus lanjut lagi perjalanan ke Marina Bay Sands buat foto-foto di tamannya. Gimana rencana ke Merlion?karena ada F1 jadi merlion ditutup akhirnya kita gagal deh kesana, akhirnya malah ke keliling orchad makan disana trus balik lagi ke woodlands menunggu keberangkatan kita balik ke KL, tapi berhubung kita nyampe jam 9 dan gatenya belum buka, akhirnya kita mutusin istirahat di masjid dekat stasiun dan sholat disana baru balik lagi kestasiun jam 10 dan masih tetap nunggu, baru deh jam 11 gate buka, periksa 2 imigrasi sekaligus trus naik kereta dan berangkat deh kita balik ke KL dan sampe jam 6 dimana kita sholat subuh di KL sentral baru naek LRT ke stasiun terdekat hotel kita Maluri, sampe hotel jam 7.30, mandi, sarapan dan siap untuk pelatihan lagi

Tuh kan bener2 singkat banget perjalanannya, dalam satu hari berusaha untuk bisa pergi ke beberapa tempat, meski kita ga lama2 ditempat tersebut tapi lumayan lah kita dapat menikmatinya, aku cukup puas….

Ini foto-foto selama kita disana.

Petualangan dimulai

Makan dulu biar kuat

Menuju stasiun tetap musti gaya

Ayo masukin duit buat beli tiket

Salah satu gate nonton F1


Beli tiket ke Sentosa

Meski ga masuk, yang menting bisa foto 😀


Pegel setelah jalan selama setengah hari

Foto didepan “Merlion”






To China Town

Yak, dipilih dipilih dipilih

Melangkah tanpa henti

Kembali ceria setelah sholatdan istirahat







@Orchad, dengan tampang kuyu


di MRT menuju woodlands