Ibu Engkaulah Nasihat Terbaik-ku

Mungkin agak aneh yah, kenapa aku bilang ibuku adalah nasihat terbaik buat aku. Tapi buatku itu emang yang terjadi, setiap bersamanya, menjadi nasihat buat aku untuk menjadi anak yang berbakti dan slalu membahagiakannya.

Setiap mau tidur pasti ibuku cerita apa saja sebagai pengantar tidur, baik tentang kejadian hari itu atau gosip yang beredar di sekitar rumah bahkan mengenang masa muda ibuku sampe menikah dengan ayah, pokonya apa aja diceritain, sedang aku hanya mendengarkan dan sesekali menimpali atau bahkan malah jadi tertidur hehehehehe..*soalnya ceritanya kaya didongengin sih*
Pernah waktu SMK kelas tiga, ada kejadian yang membuat ibuku marah besar sama aku, gara-garanya aku lagi badmood trus minta makan yang aku mau trus ga dibeliin, akhirnya aku ngambek, trus ibuku ngasih pilihan makanan laen dan aku ga mau pokonya tetep maunya makanan pilihanku , udah gitu jawabnya agak keras lagi kaya marah, karena kesel akhirnya langsung tidur. Besok paginya karena aku masih marah, ditawarin sarapan pun aku ga mau, trus waktu aku mau pamit ke sekolah, tau-tau ibuku nangis dikamar, dan karena ga enak sama ibuku, waktu pamit aku sempet minta maaf, dan dimaafin sih sama ibuku, tapi tetep saja ibuku masih nangis, dan aku tetap berangkat *duh jadi nangis lagi nulis ini*.
Selama disekolah aku justru malah ga tenang, aku ngerasa bersalah banget karena seumur-umur baru kali ini ibuku nangis gara-gara aku, duh pokonya pengen cepet-cepet pulang trus minta maaf sama ibuku. Begitu pulang sekolah aku langsung pulang dan yang pertama kali aku cari adalah ibuku yang ternyata lagi masak di dapur, aku langsung cium tangannya kemudian aku peluk, dan aku minta maaf karena udah bikin dia marah dan nangis, dan ibuku tentu saja memaafkanku. Dan kejadian itu menjadi nasihat buatku untuk ga akan pernah mau menyakiti hati ibuku hingga membuat ibuku marah dan menangis lagi. Setelah kejadian itu, aku semakin menyadari betapa ibuku sayang sama aku, dan memaafkan anaknya yang udah bikin dia sedih dan sejak itu memang aku ga mau lagi melakukan hal-hal yang bisa membuat ibuku menangis lagi.
Setelah lulus sekolah kemudian kerja, memang waktu bisa ngobrol sama ibuku adalah menjelang tidur. Dan suatu malam ibuku cerita kalo dia ke suatu perumahan untuk nemenin temennya dan ngeliat rumah besar tidak berpenghuni ibuku bilang begini ketemennya “nek,kalo gua disuruh nempatin nih rumah, gua mau banget deh, gua bersihin deh tiap hari sampe kinclong daripada kaga ada yang ninggal  kan sayang banget”  temen ibuku cuma ketawa aja waktu dia ngomong begitu, aku yang dengernya juga ikutan ketawa, dan bilang “ah mama mah ada-ada aja, lagian siapa juga yang mo ngasih rumah ke orang yang ga dikenal”, trus ibuku bilang ” ya siapa tau, rejeki mah ga ada yang tau”, aku cuma senyum aja. tapi diem-diem dalam hati aku bilang  “tenang ma, suatu saat aku akan beli rumah buat mama”,  dan itu memang jadi tekad dan salah satu target dalam hidupku hingga saat ini, dan ini jadi nasihatku yang kedua  yaitu “membelikan rumah buat ibuku dan slalu membahagiakannya“.

Setiap orang belajar, dan dari kejadian yang membuat ibuku sedih, menjadi tamparan, pelajaran, dan nasihat yang benar-benar berbekas banget buatku hingga saat ini, karena sejak saat itu aku berusaha untuk menjadi anak yang berbakti dan menyayangi orang tua terutama ibuku, karena aku tau bagaimana usaha dia agar anak-anaknya bisa sekolah, dan bertekad suatu saat bisa membelikan rumah untuk keluargaku, sehingga bisa tinggal dirumah sendiri. -amin-
Kenapa aku ko kayanya pengen banget membahagiakan ibuku, karena aku sayang sama ibuku, dan ngerasain bagaimana usaha ibuku, bekerja apa saja demi mendapatkan penghasilan tambahan buat hidup sehari-hari, menjadi tukang masak ketika ada acara hajatan, atau diminta untuk bikin masakan ketika ada acara, bahkan pernah menjadi tukang cuci karena waktu itu ayahku ga punya penghasilan tetap dan hanya kerja serabutan, dan bahkan mencari pinjaman kesana kemari hanya agar anaknya bisa bayar uang sekolah. Dan sekarang alhamdulillah aku bisa membantu ibuku setiap bulan meski sedikit, dan alhamdulillahnya lagi abangku amat sangat mendukung ketika aku cerita tentang target dan tekadku untuk membelikan rumah buat ibuku, semoga saja mimpiku menjadi kenyataan.
Dan aku teringat dengan kisah nabi yang didatangi seorang pria dan bertanya :‘Ya Rasulullah! Siapa di antara orang-orang adalah yang paling layak persahabatan yang baik? Nabi berkata: Ibumu. Pria itu berkata, “Lalu siapa? ‘ Nabi berkata: Kemudian ibumu. Pria itu lebih jauh bertanya, “Lalu siapa? ‘ Nabi berkata: Kemudian ibumu. Orang itu bertanya lagi, “Lalu siapa? ‘ Nabi berkata: Kemudian ayahmu. (Bukhari, Muslim).

Dan sebagai pemburuh GA *kalo kata bibi lebih elegan ini daripada banci GA*, waktu baca twit mas Dani, mba yang satu ini lagi bikin GA,  akhirnya tulisan ini aku ikutsertakan dalam Giveaway perdana Dellafirayama, seorang ibu labil yang tidak suka warna hitam dan hijau he.he.he..*fiuh untung dikasih cluenya*.
Iklan

6 thoughts on “Ibu Engkaulah Nasihat Terbaik-ku

  1. Duh ada seleb blog yang muji tulisanku *langsung pingsan* 😛

    Aku justru suka banget sama tulisan mba Indah dan seleb blog lain, ko bisa yah nulis yang bahasanya enak dibaca gitu, mesti belajar nih sama mba indah. 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s