Training Manajemen Kebencanaan part II

Lanjutan dari sini

Waktu paginya, ternyata aku orang yang terakhir bangun *dari peserta perempuannya* rupanya aku tidurnya pules banget, meski hanya beralaskan dan berselimutkan selimut. Karena yang lain sudah pada wudhu, jadilah aku sendirian yang belum wudhu. Akhirnya dengan bermodalkan senter dan nyawa yang belum ngumpul jalanlah aku sendirian ke toilet umum bawah yang hampir aja tuh tangga menuju toilet umum kelewatan saking gelapnya, untungnya keburu sadar jadi langsung belok dan turun tangga, alhamdulillahnya masih ada beberapa orang yang lagi ditoilet jadi ga sendirian banget. Setelah gosok gigi, cuci muka, trus wudhu balik lagi ke tenda, trus sholat qiyamul lail yang seharusnya di agenda berjamaah jadi sendiri-sendiri, barulah pas subuh kita pindah ke tenda materi buat sholat subuh berjamaah trus dilanjutkan dengan kultum oleh pak Fath.

Setelah kultum selesai, dilanjutkan dengan acara simulasi penanganan korban bencana yang diadakan dilapangan tengah danau, disitu dijelaskan tentang cara-cara penyelamatan korban yang masih hidup, dalam hal ini yang dimaksud korban bukan hanya manusia tapi makhluk yang bernyawa, jadi jika ada korban manusia yang meninggal kemudian ada seekor kucing yang kejepit dan masih hidup, mana yang kita selamatkan terlebih dahulu? jawabannya adalah kucing, kenapa? karena jika korbannya meninggal kita tidak bisa melakukan apa-apa selain evakuasi korban, tapi kucing yang terjepit kita masih bisa melakukan penyelamatan, intinya adalah kita berusaha membantu penyelamatan korban yang masih hidup. 

Di sesi tersebut dipraktekan bagaimana cara menolong korban bencana apabila hanya ada kita dan korban, atau ada dua orang relawan dan satu korban dan ada tiga relawan dengan satu korban.  Jika hanya kita dan korban maka disebut dengan tandu satu, jika ada dua orang relawan dan satu korban maka disebut dengan tandu dua, dan jika ada tiga relawan dan satu korban maka disebut dengan tandu tiga. Namun  jika kita tidak bisa menandu korban,maka langkah yang harus dilakukan adalah memindahkan korban ke tempat yang lebih aman, kemudian memiringkan agak tengkurap kekiri atau kekanan agar dapat melindungi alat-alat vital tubuh. 

Untuk tandu satu langkah-langkah menolong korban yang pingsan adalah pertama kita jongkok didepan kepala korban kemudian pelan-pelan masukan tangan kita kekepala korban lewat bawah kemudian sandarkan kepalanya dipaha, berikutnya masukan tangan melewati bahu hingga kebawah ketiak sehingga kita bisa mendudukan korban, kemudian pindah kedepan korban dan tetap dalam posisi jongkok sambil tetap memegang korban, selanjutnya taro korban di bahu kita dan pelan-pelan kita berdiri sambil memposisikan perut korban ada dibahu kita, setelah itu baru kita angkut/pindahkan korban ke tempat yang lebih aman, untuk tandu dua dan tiga langkahnya sama seperti diatas tetapi kita tidak meletakan korban dibahu kita melainkan dikaitan tangan dua relawan yang lain, kalo korban masih sadar mungkin gampang yah kita tinggal tandu tangannya kiri kanan untuk dipindahkan. Kemaren semua mencoba mempraktekannya dan ternyata ga mudah, terutama jika korbannya berat, harus dua atau tiga orang buat mindahin :D.

Setelah kelar, langsung sarapan dan kemudian sesi berikutnya dipisah untuk kelompok satu dan dua water rescue dan cara mendirikan tenda, sedangkan kelompok tiga dan empat materi manajemen posko dan dapur umum. Karena kelompokku adalah kelompok satu jadi sesi selanjutnya adalah water rescue. 

Untuk sesi ini, merupakan simulasi bagaimana menolong korban di air, jadi jika hendak menolong orang yang tenggelam, jangan langsung terjun ke lokasi terutama jika kita ga mengenal medan plus ga bisa berenang, bukannya menolong bisa jadi malah menambah korban baru. Mungkin ketika melihat orang tenggelam yang pertama kali kita lakukan akan teriak untuk mencari perhatian, tapi alangkah baiknya jika kita bisa menolong korban secara langsung.  

Apa aja step by stepnya, pertama ambil benda-benda yang kemungkinan bisa diraih oleh korban misalnya kayu panjang/galah, sehingga kita bisa menarik korban kepinggir, kedua jika memang benda yang kita ambil tidak bisa menjangkau korban, kita bisa melempar tali yang bisa dipegang korban untuk bisa ditarik kepinggir, ketiga berenang kelokasi namun tetap jaga jarak dengan korban, dan diusahakan tidak kontak langsung dengan korban, kenapa? karena jika kita langsung menolong, korban yang panik akan berusaha meraih dan memegang penyelamat dengan kencang sehingga penyelamat akan susah untuk  melakukan pertolongan, bahkan bisa membahayakan jiwa penyelamat, jika hal itu terjadi baiknya penyelamat melakukan tehnik defense baik itu arm block (menghalangi dengan tangan), maupun leg block (menghalangi dengan kaki). Setelah korban mulai tenang dan tidak panik lagi baru bawa korban kepinggir dengan posisi kepala ada diatas. *penjelasan lebih lengkapnya bisa dilihat disini atau disini*

Setelah diajarin tehnik menolong orang, maka selanjutnya tehnik mendayung dan menggunakan perahu karet, langsung praktek turun kedanau menggunakan perahu karet dan paling penting pelampung, satu perahu karet terdiri dari empat orang dan satu navigator *apa sih istilahnya, pokonya dia yang mengatur kiri kanan, kalo harus belok atau dayung mundur*, ternyata susah juga menjaga kekompakan mendayung, ga pernah bisa sama mendayungnya, padahal pake hitungan satu dua satu dua tetep aja ga pernah pas awal mendayungnya. Trus untuk praktek langsung menolong korban diair, salah satu temenku turun ke danau yang dalamnya sampe dada, trus dia berusaha naik dengan memegang tali yang ada di perahu karet, ternyata susah dan berat, akhirnya aku tarik dari atas itu juga masih berat.

Selesai praktek mendayung, acara berikutnya pindah kelapangan utama untuk bongkar pasang tenda, diawali dengan penjelasan macam-macam tenda, dan diberi tau kalo tenda yang digunakan dalam pelatihan saat ini adalah tenda pleton dengan jenis tenda rangka dan tenda pasak. Untuk tenda rangka mungkin lebih mudah dibongkar dan dipasang karena tinggal dirakit, nah yang susah adalah tenda pasak karena harus dipasang bener-bener untuk tiang dan atapnya, baru didirikan dengan menarik tali yang sudah dipasang disisi atapnya, baru ditarik tali-tali dipasak yang sudah dibuat untuk mendirikan tenda. lumayan ribet soalnya kemaren sempet salah pasang tiang sehingga harus diulang dan itu beberapa kali *sigh* setelah benar trus terpasang lagi puas bener akhirnya tendanya berdiri lagi. 😀

Selesai sudah sesi water rescue dan bongkar pasang tenda, waktunya istirahat dan makan siang, tapi berhubung makan siang hari itu, hasil dari masakan kelompok tiga dan empat jadi harus menunggu tim tiga dan empat selesai masak dulu, padahal saat itu mereka baru menyalakan api buat masak, akhirnya aku main-main dulu disungai sebelah lapangan, airnya jernih banget. seneng ih, coba sungai jakarta kaya gini, betah deh main-main disungai :P.

Bersambung lagi….   
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s