Jelajah Yogya dan Sekitarnya-Day 3

Tujuan kami hari ini ke Goa Pindul yang ada di daerah Gunung Kidul. Perjalanan dari Yogya ke Goa Pindul ini lumayan hampir 2 jam, apalagi sempat ada kemacetan karena perbaikan jalan. Banyak tulisan atau plang petunjuk goa pindul, tapi arahnya menuju tempat jasa paket wisata Goa Pindul bahkan dari 5 km sebelumnya, jadi kalian harus memastikan lokasi tepatnya ya.

Begitu masuk ke jalan arah goa pindul, tiba-tiba ada bapak yang mengiringi jalan kami dan langsung bilang “mau ke gua pindul ya, sini saya antar.”, karena sebenarnya kami ga mau diantar dan terbilang santai yang penting sampai tujuan, tapi  bapaknya di depan kami,  mau ga mau kami mengikuti bapak tersebut.

Untuk masuk ke daerah (daerah ya bukan tempat wisatanya), kami dikenakan biaya restribusi Rp. 10.000/org, dan bener aja ketika bapak tersebut berhenti di salah satu tempat paket wisata dengan nama Kedunggupit Adv dan mengajak kami serta menawarkan beberapa paket yang ada disana.

Kami mengambil paket yang terdiri dari 4 tempat yaitu : Goa Sriti, Goa Baru, Cave Tubing Goa Pindul dan terakhir river tubing sungai Oyo seharga Rp. 170.000/org. Karena tidak ada kuota atau jumlah miniminum untuk paket ini, jadi berapapun jumlah orang yang ada bisa langsung berangkat. Jadi setelah ganti baju dan pake pelampung kami langsung berangkat ditemani guide.

Tujuan kami yang pertama yaitu ke Goa Sriti yang mempunyai panjang 320 m dan berada di bawah jalan raya, jadi ada dibawah tanah dan dilalui air bawah tanah meski ga dalam. Menyusuri goa ini terbilang seru karena kita akan berjalan di air atau kadang di tempat tertentu jadi berenang kalo memang agak dalam, tapi juga agak menakutkan bagi yang takut gelap (kaya aku),  meski guidenya membawa senter tapi tetap aja rasanya gelap :D. Asyiknya kami bisa berhenti untuk melihat stalagtit dan stalagmit, dan nanti keluarnya diseberang jalan. Karena penasaran aku nanya ke guidenya apakah airnya tetep segitu atau bisa naik, ternyata airnya bisa naik dan menutup goa, jadi pada saat itu goa ditutup dan tidak boleh dimasuki.

Tujuan selanjutnya ke Goa Baru, disebut goa baru karena baru ditemukan akhir tahun 2013, setelah itu baru kita cave tubing ke Goa Pindul, karena memang banyak yang melakukan cave tubing jadi mesti ngantri. Menyusuri goa Pindul dengan bersantai di atas ban asyik dan seru juga, melihat keindahan dalam goa, stalagtit dan stalagmit yang ada, dan kelelawar yang bergelantungan, damai dan tenang banget.

Setelah selesai cave tubing di Goa Pindul, kami menuju tempat yang terakhir yaitu river tubing di sungai Oyo, yang menurut kami malah kurang seru karena jeramnya cuma pas diawal doang, trus selebihnya hanya menyusuri sungai yang tenang jadi berasa ngantuk selama perjalanan mana gerimis pula yang ada bikin pengen tidur 😛

Setelah selesai kami balik ke tempat awal, langsung mandi dan ganti baju, trus karena hujan jadi belum bisa balik jadi kami menunggu disana dan karena lapar trus ada yang jual bakso bakar akhirnya kami beli Rp. 10.000 dapat 5 tusuk, dan setelah kami makan ternyata enak bumbunya pas (entah efek lapar apa emang enak), akhirnya kami beli 5 tusuk lagi :)).

Setelah hujan berhenti kami langsung jalan dan menuju tempat wisata berikutnya yaitu Pinus Pengger, lagi-lagi karena ada diatas bukit/gunung jadi perjalanannya menanjak dan mendaki plus udaranya dingin abis hujan juga, tapi dikasih pemandangan yang bagus banget sepanjang perjalanan. Nyampe di pinus pengger bayar restribusi Rp. 3.000/orang, dan kita bisa puas menikmati suasana di hutan pinus, dan disana tentu saja banyak spot foto yang cakep-cakep.

Setelah cukup menikmati suasana hutan pinus dan agak mendung juga khawatir hujan sedangkan perjalanan kami masih jauh, jadi kami putuskan buat balik dan setelah seharian ga makan cuma nyemil doang, sampe di Yogya kami milih makan di Bale Ayu dan kalap milih menu ikan gurame bakar, cumi saos padang, cah kangkung, udang telor asin, kerang, es campur, es teh manis 2 dan itu abis semua sama kami berdua :)).

Setelah itu balik ke hotel buat istirahat, karena besok hari terakhir di Yogya jadi pengen keliling dalam Yogya aja.

Jelajah Yogya dan Sekitar-Day 2

Kalo kemaren kami ke daerah Magelang, hari ini destinasi kami ke Kulon Progo dengan tujuan utama ke KALIBIRU. Tentu semua udah pada tahu dong tentang Kalibiru ini, tempat wisata yang memiliki pemandangan yang cakep banget, tentu saja  menjadi spot foto yang keren dan terletak di atas bukit. karena itulah Kalibiru menjadi salah satu list yang kami kunjungi.

Berbekal GPS, kami berangkat setelah sarapan. Lama perjalanan dari Yogya ke Kalibiru kurang lebih 1 jam. Jalanan yang dilalui tidak semuanya beraspal ada yang berbatu jadi mesti hati2. Dan waktu kami mau ke Kalibiru, tiba-tiba diberhentikan oleh seseorang kemudian diberi tahu kalo jalanan kesana agak curam, terjal, licin dan berliku jadi disarankan naik jeep yang bisa disewa ataupun naik ojek. Aku yang udah merasa kalo dia mencari pelanggan untuk penyewaan jeepnya dan setelah melihat motor yang tukang ojek pakai sama dengan yang kami kendarain sekarang, dan lagipula banyak penduduk yang bolak balik naik motor, berarti kan aman untuk mengendarai sampai keatas. Akhirnya aku bilang kalo kami akan nyoba dulu keatas nanti kalo memang ga bisa dan ga memungkinkan naik motor kami akan balik. Jadilah kami lanjutkan perjalanan dan memang jalanannya berbatu dan agak curam, ngeri-ngeri sedap sebenarnya karena sebelahnya jurang, tapi kalo memang yakin kendaraannya kondisinya fit, insyaallah bisa ko nyampe keatas. Dan terbukti kami bisa mencapai atas tanpa kendala apapun. (Alhamdulillah aku ga mesti turun dari motor). 😀

Setelah parkir dan jalan mendaki sedikit, tiba di loket masuk dan bayar Rp. 5.000/orang. Ini tiket masuknya aja ya kalo mau foto dan nyetak atau copy foto mesti bayar lagi. Dan begitu sampai memang bener pemandangannya bagus banget Masya Allah bikin betah berlama-lama disitu, dan disana terdapat bermacam-macam spot foto di beberapa lokasi yang berbeda dan dikenakan Rp. 30.000/spot, dan karena mereka ga terima nyetak foto yang ada copy/transfer foto yang dikenakan Rp. 5.000/foto. Tentu kami ga bakal melewatkan kesempatan buat foto di salah satu spot itu. Waktu naik ke Spot foto panggung, pas naik mah biasa aja lagipula udah pake safety tapi tetep aja ketika diatas langsung mengkeret apalagi pas disuruh foto duduk dipinggir langsung nyali ciut.  :))

Abis itu kami mampir di salah satu warung dan pesen mie rebus, kopi dan gorengan. Karena gorengannya baru mateng trus enak ditambah suasana yang dingin jadi kami berdua menghabiskan 10 gorengan, Waktu mau bayar terus nanya ibunya berapa totalnya abis berdua cuma 16 ribu aja, aku yang ga yakin memastikan lagi apa aja yang kami makan dan jawaban ibunya tetap sama, terus aku tanya emang gorengan harganya berapa? ternyata cuma lima ratus rupiah. Iya bener gopek doang, padahal gorengannya gede-gede loh udah gitu enak pula. (murah banget kan) Akhirnya kami beli lagi gorengannya buat bekel dijalan.

Setelah puas menikmati Kalibiru, kami balik dan kali ini kami melewati jalan yang berbeda dengan yang sebelumnya, karena menurut bapak penjaga parkir jalananannya lebih landai. Dan memang sih jalanannya ga terlalu curam tapi tetep aja ngeri kalo lagi pas-pasan dengan kendaraan lain, jadi kami jalan pelan-pelan dan kalo udah turunan banget aku mending tutup mata aja daripada bikin ribut dan diomelin abang saking takutnya. 😛

Ternyata jalanan yang kami lalui melewati waduk Sermo, tapi karena cuaca mendung dan gerimis akhirnya kami cuma lewati saja ga pake berhenti, dan karena takut nyasar jadi  kami ngikutin orang-orang  yang mau ke jalan utama juga. Selanjutnya kami ke pantai Glagah, yang kami kira akan bagus pantainya ternyata bukan pantai untuk berenang karena ombaknya yang besar dan pasirnya yang hitam, jadi disana kami cuma duduk sambil menikmati ombak, nulis di pasir dan ngeliat kepiting kecil yang lagi jalan ke lobangnya.

Malamnya rencana mau makan di alun-alun sambil mengeliat kemeriahan disana, ternyata pas nyampe alun-alun ko sepi ga ada odong-odong yang ngehits, eh ternyata kami salah alun-alun, jadilah pergi ke alun-alun yang satunya dan begitu masuk udah rame meriah dengan berbagai macam odong-odong dan musiknya yang meriah. Karena niatnya mau makan akhirnya kami melipir ke salah satu warung yang menyediakan nasi goreng, trus pesen wedang ronde yang ternyata enak, nasi gorengnya pun enak karena dimasaknya bukan kompor gas/minyak tapi bara.

Karena penasaran pengen nyobain naik odong-odong, aku ngajak abang buat naik awalnya ga mau tapi ngeliat istrinya yang pengen banget akhirnya mau juga, waktu bingung mau naik yang mana, ada yang nyamperin dan ngasih harga, terus ditawar jadi Rp. 25.000/satu kali putaran. Dan ternyata pegel juga ngayuhnya, mana padat kan jadi sering berhentinya. Tapi yang penting udah ngerasain naik odong-odong versi keren dan meriah :)).

Dan karena masih jam 9, aku pengen ngopi, akhirnya kami mencari cafe yang masih buka deket situ, tapi ternyata ga cuma pesen kopi tapi  pesen makanan juga, jadilah kami berdua makan lagi (gimana ga gembul). :))

 

Jelajah Yogya dan Sekitarnya-Day 1

Terakhir kali kami liburan ke Yogya itu tahun 2012, dan merupakan liburan jauh kami yang pertama, namun saat itu kami kurang mengeksplore Yogya dan sekitarnya, hanya ke Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, Taman Pintar dan keliling Malioboro. Begitu tahu di sekitar Yogya banyak tempat wisata yang bagus dan menarik jadi kepengen lagi liburan kesana dan Alhamdulillah kesampaian di tahun ini.

Jadi seminggu setelah balik dari Karimun Jawa, aku dan abang lanjut liburan lagi ke Yogya. Kali ini hanya kami berdua karena memang udah direncanakan dari awal tahun dan memang niatnya sekalian ngerayain anniversary disana.

Kami naik kereta Taksaka yang berangkat jam 9 malam biar bisa istirahat sepanjang perjalanan dan sampai yogya jam 4 pagi. Setelah sholat subuh, bebersih kami janjian sama mas dari rental motor di Malioboro baru deh perjalanan dimulai. Tujuan pertama sarapan di soto lamongan didepan hotel Temtrem, rekomendasi si mas rental yang katanya enak, lanjut ke destinasi liburan pertama kami yaitu Candi Borobudur karena memang kami berdua belum pernah kesana jadi udah diniatin banget kalo ke Yogya lagi wajib kesana.

Bersyukur dengan adanya GPS saat ini, memudahkan banget bagi kami yang buta jalanan jadi perjalanan dari Yogya ke Borobudur tanpa nyasar, udah gitu jalanan yang lengang dan lebar menyebabkan tanpa sadar kecepatan motor diatas 80km/perjam, jadi aku mesti ingetin abang buat ngurangin kecepatan.

Nyampe di Borobudur langsung  menuju loket dan beli tiket masuk  Rp. 40.000/org, dan waktu masuk tas kita diperiksa karena ga boleh bawa makanan kecuali minuman dan ransel harus dititipkan yang nanti bisa diambil di tempat penitipan di pintu keluar. Alhamdulillah sih bagi kami yang bawa ransel jadi malah seneng ga berat bawaannya.

Kami berkeliling candi, menyusuri setiap undakan hingga paling atas, dan karena ga tahu  tentang kisah/cerita relief yang terpahat, jadi ketika ada rombongan sekolah trus guide menjelaskan aku ikutan aja dengerin hehehe. Setelah capek mengitari Borobudur dan cuaca udah panas padahal baru jam 10, akhirnya kami keluar dari kawasan Borobudur, setelah sebelumnya ngambil tas di tempat penitipan di pintu keluar. Setelah menikmati es kelapa dan abang menikmati mienya, aku baru sadar kalo botol termosku ga ada, mungkin terjatuh waktu mindahin barang dari pintu depan ke pintu keluar, dan waktu ngambil tadi aku ga ngecek lagi, trus mau balik ko males lagi, hikss padahal itu termos baru dan awet buat bawa air panas.

Karena bingung mau kemana karena kalo ngikutin itin harusnya ke hotel buat chek-in tapi karena kepagian dan setelah ngeliat google map puthuk setumbu dan Gereja Ayam ternyata deket dari situ akhirnya kami putuskan kesana aja sekalian.

Perjalanan dari Borobudur ke pintu masuk Puthuk Setumbu kurang lebih 1/2 jam, dan sepanjang perjalanan kami melewati perkampungan yang sepi dengan bentuk rumah yang jadul, enak sih suasananya keliatan adem tentrem tapi kalo malam gelap banget pastinya soalnya ga ada lampu jalanan, tapi tenang petunjuk ke Puthuk Setumbunya jelas ko jadi insya allah ga nyasar.

Untuk ke puthuk setumbu dikenakan tiket masuk Rp. 15.000/orang, dan disediakan guide juga kalo memang butuh dengan fee seikhlasnya (ga tau ini seikhlasnya berapa), karena kami cuma berdua dan ingin menikmati perjalanan tanpa orang lain jadi kami mimilih ga perlu guide. Untuk menikmati pemandangan yang cakep dan keren memang dibutuhkan perjuangan, karena memang perjalanan yang menanjak dan mendaki bukit. Namun setelah nyampe disana ada kepuasan tersendiri, pemandangan yang luas terbentang dan udara yang sejuk bener-bener bikin kami terpana dan ngantuk kalo kelamaan :)).

Setelah itu kami putuskan untuk ke Gereja Ayam yang terkenal karena film AADC. Kami melewati jalan setapak lewat hutan, karena kami tidak terburu-buru jadi santai aja jalannya sesekali berhenti buat foto-foto atau sekedar menghirup udara segar yang bebas polusi.

Sampai di Gereja Ayam, dikenakan tiket Rp. 15.000/orang, dan tiket dapet ditukarkan dengan 2 potong singkong goreng yang enak banget plus sambelnya (ko jadi ngiler yah). Ternyata gerejanya sedang direnovasi tapi kita bisa ko keliling dan naik ke puncaknya, bahkan saat kami kesana ada yang lagi foto pre-weeding. Dan dari puncak kami bisa melihat Candi Borobudur, tapi karena diatas terik yang ada kalo foto mata tertutup mengerenyit karena silau :)) .

Setelah cukup puas kami sudahi kunjungan ke Gereja Ayam dan balik lagi ke Yogya karena kami menginap di  Yogya, dan sebelum ke hotel mampir dulu ke Gudeg Yu Djum buat makan siang. Nyampe hotel langsung chek-in yang alhamdulillah ga pake lama trus beberes, mandi dan istirahat, malamnya baru deh nyari makanan di angkringan yang murmer tapi bikin kenyang (gimana ga kenyang nasinya 3, satenya 6) 😀

Setelah kenyang balik ke hotel buat istirahat mempersiapkan tenaga karena besok mau ke KALIBIRU, Yeay..!!!

Karimun Jawa-Part 3

Lanjutan dari sini ya…

Setelah kemaren snorkling dan main air, agenda hari ini kita keliling Karimun Jawa. Untuk penjelajahan kali ini, kita memang ga nyewa mobil tapi berkendara motor, karena kita ada sembilan orang, jadinya nyewa 5 motor ke pak Kul. Kita berangkat lagi abis subuh karena masih penasaran ngeliat sunrise yang cakep. Kalo kemaren buat ngeliat sunrise kita ke pantai Pancuran, kali ini kita ke pantai Annora. Menyenangkan pagi-pagi menyusuri jalan di karimun Jawa, jalanannya mulus, sepi kendaraan  trus udaranya sejuk.

Waktu mau ke jalan masuk menuju pantai Annora, motor temenku berhenti, waktu abang nanya  ternyata bannya bocor. Karena ga tau tukang tambal ban dimana, kita tanya sama penduduk disitu dimana tukang tambal ban terdekat dan dikasih tau tempatnya, yang ternyata ada 300 meter di belakang kita. Aku sama abang nemenin mereka ke tukang tambal ban, terus nanti rencananya satu temenku nungguin motor sedang yang satunya naik motor bareng kita. Tapi ternyata yang lain juga nunggu kita yang ga nyampe-nyampe, akhirnya ada 1 motor yang balik lagi buat ngecek keadaan kita. Nah karena ada dua motor akhirnya motor yang bocor itu ditinggal, trus 2 orang itu naik motor bareng kita, jadi naik motor bertiga.

 

Berbeda dengan pantai Pancuran yang rame, di pantai Annora ini pengunjungnya cuma kita doang. Memang pantainya kurang menarik, dan untuk bisa melihat surise kita harus naik ke naik bukit dan menikmati pemandangan dari sana. Dan karena insiden ban bocor jadi kita nyampe di pantai Annora udah terang, jadi gagal dapetin sunrise lagi.

Turun dari bukit kita main-main sebentar di pantainya, trus ngambil motor di tukang tambal ban lanjut nyari sarapan. Nah ternyata rumah makan di Karimun Jawa ini jarang banget, bisa dibilang susah *apa karena masih pagi yah?* jadi kita kemaren kita menyusuri jalan sambil tengok kiri kanan buat ngeliat ada  rumah makan yang buka ga dan kita ngeliat satu yang buka, waktu kita datengin ternyata hari itu dia ga jualan karena ibunya mau pergi, tapi akhirnya kita bujuk ibunya biar bisa melayani kita, ga papa menunya cuma mie rebus telor aja, dan ibunya bersedia.

Selama nunggu pesanan mie kita dateng, temen-temen main catur dan kartu dan karena aku juga ga bisa catur dan ga bisa kartu juga ya udah aku ngeliatin doang, sambil sesekali maen onet. Lupakan bisa buka IG atau WA soalnya disana Indosat ga ada sinyal sama sekali, kecuali Telkomsel 😦

Abis sarapan kita lanjutin lagi perjalanan, tujuan berikutnya Taman Mangrove, dengan tiket Rp. 12.500/org, kita bisa berkelililing diantara pohon mangrove, tapi harus hati-hati ya karena jalanannya licin apalagi habis hujan. Waktu kita berangkat dari warung tadi sebenarnya cuacanya terang, tapi pas kita di taman mangrove malah mendung trus hujan deras pas kita nyampe di menara. Akhirnya kita berteduh dulu di menara sambil membahas agenda hari itu, dan karena maksimal hanya 20 orang di menara, jadi waktu berasa goyang, aku dan beberapa teman langsung turun, karena selain kita ada juga pengujung lain yang naik ke menara. *takut rubuh*

Dari taman mangrove kita lanjut lagi ke pantai Barrakuda, dan perjalanan kali ini sempet nyasar-nyasar karena petunjuknya kurang dan lokasinya yang memang ada di belakang perumahan penduduk, dan karena pantainya bukan yang berpasir dan landai jadinya kita cuma duduk-duduk di pinggir pantai sambil melihat pemandangan laut, trus karena menjelang siang cuacanya panas mentereng, yang ada kita malah ngantuk, akhirnya ga lama disana lanjut perjalanan lagi ke bandara Karimun Jawa.

Niat awalnya ke bandara buat foto-foto di landasannya, tapi kayanya tertutup jadi akhirnya kita balik lagi, dan ada lagi insiden motor temenku mogok dan setelah diperiksa ternyata bensinnya habis, jadi tangkinya bener-bener kosong. Akhirnya kita semua berhenti,dan langsung ada yang nyari bensin, sedangkan yang lain mencoba ngakalin dengan cara ngambil bensin dari motor lain, yang penting biar bisa jalan dulu ke tempat penjual bensin terdekat.

Karena pom bensin di karimun Jawa itu cuma satu dan itu juga deket dengan pelabuhan, sedangkan kita lagi di belakang pulau jadi yah ngandelin yang jualan eceran dan harganya pun hampir 2 kali lipat harga normal, tapi karena saat itu pasokan bensin belum dikirimkan jadinya persediaan bensin kosong. Setelah bertanya-tanya dan keliling nyari yang jual bensin, akhirnya ada juga penjual yang nyimpen persediaan, akhirnya kita beli 2 liter dengan harga Rp. 12.000/liter, buat motor temenku sama sekalian persediaan kalo motor yang lain habis bensin.

Setelah semua aman, motor udah diisi bensin, cadanganpun tersedia, akhirnya kita baik ke penginapan buat istirahat dan makan siang, dan karena memang ada BPD terbiasa masak waktu naik gunung, jadi kali ini makan siangnya masak sendiri, menunya tumis kangkung, ikan bakar yang dikasih dari pak Kul, dan masak mie rebus, makannya liwetan pake daun pisang. 😀

Sorenya kita jalan lagi, kali ini tujuannya ke bukit Love. Itu loh tulisan LOVE dan KARIMUN JAWA yang menjadi landmark Karjaw, bahkan ada “sarang” yang biasa jadi spot foto disana. Karena kita sore kesananya jadi waktu photo di tulisan LOVE malah jadi backlight, trus pindah ke tulisan KARIMUN JAWA dan di pindah lagi photo di sarang, pokonya semua spot photo yang ada disana dimaksimalin. Dan memang karena ini sore terakhir kita di Karimun Jawa, jadi sekalian pengen ngeliat sunset disana.

Setelah menikmati sunset di bukit LOVE, kita lanjut lagi perjalanan ke alun-alun buat makan malam. Karena di sepanjang jalan alun-alun itu banyak penjual aneka seafood dan bisa dimasakin sesuai request kita. Dan buat makan malam kita pesen 2 kepiting yang dimasak asam manis dan saos padang, 2 cumi tepung, 2 ikan baronang bakar, dan 1 gurame bakar juga. 9 nasi abisnya 250rb untuk 9 orang, murah dan kenyang *Alhamdulillah* 😀

Setelah kenyang dan ga bisa juga duduk lama-lama di tempat makan karena udah ada yang antri, akhirnya kita balik ke penginapan dan karena sepanjanga perjalanan ga ada lampu jalan, jadilah jalanan gelap, untungnya kita konvoi jadi bisa ngandelin di depannya, eh tapi malah temen yang paling depan malah mau kelewatan kalo ga diingetin sama yang belakangnya. :)) Nyampe penginapan, duduk-duduk sambil ngobrol di gazebo, dan menikmati suasana malam terakhir, abisbeberes trus istirahat karena besok pagi kita pulang dengan kapal Siginjai jadi harus berangkat dari penginapan jam 5.

Seperti yang aku bilang sebelumnya pembelian tiket Siginjai hanya bisa lewat loket langsung, jadi untuk pembelian tiket pulang ada dua temen yang diutus untuk ngantri beli tiket dengan minjem motor pak Kul. Dan yang lain berangkat belakangan karena menunggu sarapan yang kita pesen. Setelah pamit dan terimakasih sama pak Kul  baru kita berangkat ke Pelabuhan dan menunggu keberangkatan kapal jam 7 nanti.

Trus gimana dengan motor pak Kul yang dibawa temenku ke pelabuhan buat beli tiket? ya udah ditinggal aja diparkiran dengan kunci yang menempel di motor, tenang ga akan hilang, atau dicuri. Aman!.

Berbeda dengan waktu berangkat kita duduk di geladak, pas pulangnya kita duduk di dalam karena ternyata waktu kita naik, pintu ke geladak masih dikunci dan dibuka waktu kapal udah jalan. Waktu kapal mau siap-siap berangkat, dan aku berdiri di pinggir jendela, eh ngeliat double pelangi di ujung pulau, dan itu ga hanya sebagian tapi bener-bener full pelanginya, cakep banget. Karena duduknya terpisah, yang ada sepanjang perjalanan aku malah banyakan tidur dan malah lebih bosen.

Nyampe di Pelabuhan Kartini jam 11 siang, dan karena kita mau ke Semarang dan ga sewa mobil dari pelabuhan, akhirnya kita jalan ke terminal Jepara, yang ternyata lumayan jauh dari pelabuhan *kata siapa itu deket?*. Bahkan ada temen yang memang berbeda sendiri bawaannya namanya mas Andi, kalo yang lain backpacker-an, dia mah bawa koper sendiri, menyerah jalan kaki dan lebih memilih naik becak.

Awalnya kita mau nyewa nyewa mobil di terminal, tapi ternyata hanya ada 1 mobil dan kita ada sembilan orang jadi ga mungkin cukup kalo cuma satu mobil, ahirnya ga jadi sewa trus naik bus Jepara-Semarang, trus lanjut naik Trans Semarang turun di halte yang terdekat dengan Lawang Sewu memanfaatkan waktu sebelum pulang, karena kereta kita jam 9 malam.

Karena belum makan siang, jadi kita mampir dulu makan tahu gimbal abis, baru masuk ke Lawang Sewu, tiket masuknya Rp. 10.000/org. Dan karena udah sore trus juga rame jadi kita hanya keliling di bangunan depan dan ga masuk ke bangunan belakang *yang penting udah pernah masuk*. Abis itu lanjut tujuan berikutnya beli oleh-oleh di jalan Padanaran, baru deh ke stasiun.

Nah lagi-lagi mas Andi yang bawa koper itu memang belum dapet tiket pulang, mau naik pesawat harganya naik terus akhirnya dia tetep ikut ke stasiun dan berharap dapet tiket, dan alhamdulillahnya ada satu kursi kosong jadilah dia langsung beli tiket, malah keretanya duluan berangkat daripada kita yang naik Brantas.

Dan senangnya pas pulang kita semua satu kereta dan ada sebagian yang satu gerbong,  bener aja kan ga lama kereta berangkat aku disuruh pindah tempat duduk karena  abang mau maen kartu dengan yang lain. Karena ada yang turn di Bekasi, dan Jatiegara, akhirnya kita pamitan di kereta, sedang aku dan abang turun terakhir di Senen.

Karena hari itu aku sama abang langsung ke kantor masing-masing, jadi setelah sholat subuh di Senen langsung misah aku naik transjakarta, abang naik gojek ke kantornya. Sampe kantor langsung mandi dan siap buat kerja lagi *meski ga konsen* 😀

Ternyata seru dan menyenangkan banget bisa liburan bareng, ketemu teman-teman baru dan ke tempat yang baru. Terimakasih abang atas liburannya 😀

Karimun Jawa-Part 2

lanjutan dari sini..

Karena mau mengejar sunrise, kita semua bangun jam 4 pagi. Abis Sholat subuh langsung berangkat ke pantai Pancuran dianter sama anaknya pak Kul. Perjalanan kesana sepi banget karena jalanan masih gelap dan hanya ada kendaraan kita di jalan, trus menuju pantainya kita harus jalan kaki karena memang tidak ada akses jalan mobil kesana, dan begitu nyampe ternyata udah rame dengan orang yang punya tujuan sama, mengejar sunrise.

Masya Allah banget ya menikmati momen matahari terbit, mulai dari hanya muncul semburatnya kemudian perlahan-lahan matahari muncul. Dari gelap gulita sampe terang benderang, meski ga bisa melihat sunrise yang sempurna karena tertutup awan tapi itu juga udah cantik banget.

Setelah puas menikmati sunrise di pinggir pantai, dan kita udah kelaperan juga akhirnya kita pergi ke pasar buat beli sarapan, disana ada yang jualan nasi uduk dan lauk pauk, jadi kita beli nasi uduk komplit, pepes ikan dan botok, urap, dan gorengan, trus  makannya di penginapan.

Ketika lagi makan di gazebo, kita baru tau ternyata pemilik penginapan udah nyiapin sarapan, dan karena kita ga pesen sarapan di penginapan tapi ga enak juga sama pak Kul, akhirnya sarapan yang udah disediain kita bawa buat nanti makan siang. abis sarapan kita siap-siap buat snorkling. Tapi sayang ada  yang mesti balik duluan karena ditelepon oleh ibunya suruh pulang, karena memang rencananya setelah dari pulau Karimun Jawa mereka langsung pulang kampung di Blitar. Padahal liburan ke Karimun Jawa ini adalah ide dia, yang pengen liburan bareng keluarga tapi ga bikin kantong jebol. 😛

Waktu Berangkat langsung dari dermaga depan penginapan, kita juga sekalian pamitan sama temen yang mau balik duluan karena pasti nanti mereka udah ga ada lagi waktu kita pulang dari snorkling karena ngejar kapal express yang berangkat siang *jadi sepi deh ga ada 2 anak kecil*.

Perjalan dari dermaga ke spot snorkling yang pertama kurang lebih 30 menit, begitu udah berhenti, kita langsung nyebur dan seneng banget akhirnya bisa nyebur di laut dan menikmati pemandangan bawah laut meski ikannya pada ngumpet. 😛

Puas snorkling dilanjutkan perjalanan ke pulau Cemara Kecil untuk makan siang, dan istirahat sambil main-main di pantainya, trus ngeliat di langit cuaca udah mendung agak khawatir bakal hujan aja, dan alhamdulillah hujan belum turun waktu kita udah nyampe pulau. Pulau Cemara Kecil ternyata memang menjadi tempat istirahat diantara jeda ke spot snorkling berikutnya.

Nyampe di pulau langsung nyari tempat buat gelar tiker, trus makan siang dengan menu yang dibawa dari penginapan yang meski sederhana tapi karena kita semua kelaperan jadi berasa nikmat banget. Selesai makan kita duduk-duduk di pinggir pantai, eh ga lama hujan turun deras banget jadilah kita hujan-hujanan di pinggir pantai, yang ternyata malah makin dingin.

Akhirnya kita nyebur ke laut yang justru airnya jadi hangat, ya udah kita malah berendam sambil maen tebak-tebakan “abc” yang kalah mesti nahan nafas di air, seru banget, :)) lumayan lama juga hujannya turun, dari kita yang udah pindah-pindah tempat sampe pephotoan trus maen lagi di pantainya belum berhenti juga.

Setelah hujan berhenti, baru deh kita lanjutuin perjalanan lagi ke spot snorkling berikutnya, dan perjalanan jadi agak mengerikan karena ombaknya yang tinggi jadi bikin kapal miring, trus pas nyampe ke spot-nya ngeliat ombak tinggi trus juga airnya keruh akhirnya kita putuskan ga jadi snorkling, akhirnya kita dibawa ke pulau Tanjung Gelam, trus disana makan lagi dong dan tentu aja beli gorengan yang meski juga tahu, tempe, dan pisang tapi enak, abis itu naik kapal lagi trus balik ke penginapan.

Sebenarnya paket snorkling kita kan tiga spot, tapi karena memang cuaca yang tidak direncanakan, akhirnya kita cuma dapet satu spot, dan kita minta penggantian hari atau pengurangan harga. Tapi karena ga mungkin pengurangan harga, jadi sama bapaknya kita dikasih penggantian besok pagi bisa snorkling lagi, tapi karena jadwal besok adalah jelajah di darat, jadi ada beberapa yang memang ga mau snorkling lagi *inget persediaan baju*.

Nyampe penginapan langsung mandi dan bebersih, dan seperti hari sebelumnya, sorenya kita duduk-duduk di dermaga sambil menikmati sunset yang kali ini karena habis hujan jadi ga dapetin lagi sunset yang cantik. Abis itu kita makan malam yang merupakan pesanan makan siang  yang udah kita pesan,trus lanjut ngobrol2 . Karena kecapean akhirnya aku tidur duluan sementara yang lain ngebahas agenda buat besok dan share cost hari ini.

Karimun Jawa-part 1

Longweekend di akhir april lalu dimanfaatkan aku sama abang buat liburan ke Karimun Jawa, tapi kali ini perginya ga cuma kita berdua tapi bareng teman-teman dari BPD alias Backpacker Depok, dari total 20 orang yang direncanakan berangkat yang jadi hanya 11 orang plus 2 balita.

Berangkat dari stasiun Senen naik Gumarang dan meski kereta ekonomi tapi bersih dan ber-ac jadi tetap nyaman. Nyampe Semarang Tawang jam 10-an trus karena jadwal keberangkatan yang lain beda-beda bahkan ada juga yang dari Palembang, jadi untuk melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Kartini di Jepara dibagi 2 tim. Tim yang pertama berangkat jam 10 malam sekalian nanti standby untuk beli tiket Kapal Siginjai yang hanya bisa beli langsung di loket, dan aku sama abang ngikut yang tim kedua menunggu teman yang naik Menoreh dan Bus yang nyampe jam 3-an. Jadilah kita nunggu di stasiun bareng 1 teman yang juga udah nyampe duluan.

Setelah semuanya udah nyampe, kita langsung berangkat ke Pelabuhan Kartini dengan mobil dengan biaya sewa Rp. 350.000 dan mungkin karena masih pagi plus supirnya juga agak ngebut jadi perjalanan dari Semarang cuma 1 1/2 jam. Nyampe sana ketemu teman-teman yang duluan nyampe trus sholat subuh dan sarapan sambil nunggu kapal yang berangkat jam 7. Harga tiket Siginjai ini Rp. 81.000/orang tapi ada juga kapal express yang berangkatnya jam 9 dan tiketnya tentu lebih mahal.

Begitu naik kapal kita langsung naik ke geladak yang merupakan lantai paling atas kapal dan karena disitu ga ada tempat duduk jadi bisa gelar tiker trus bisa duduk selonjoran bahkan tiduran yang alhamdulilah kapalnya ga terlalu penuh jadi kita bisa dapet spot yang enak di samping dapur kapal yang ditengah perjalanan tercium wangi ikan asin yang dimasak awak kapal jadi bikin laper :))

Lama perjalanan dari Jepara ke Karimun Jawa 4 jam, jadi selama perjalanan yang ada kita ngobrol-ngobrol karena memang baru kenal di trip ini, yang bikin aku seneng meski baru kenal tapi bisa langsung akrab, trus main sama 2 anaknya temen yang masih balita, yang mana adenya anteng banget digendong siapa aja mau yang ada kita gemes banget, dan selebihnya tidur.

Nyampe di Pelabuhan Karimun kita udah dijemput pemilik penginapan dengan mobil pick-up karena penginapan kita agak dibelakang pulau, tapi seru banget naik mobil pick up yang ngebut menyusuri jalan Karjaw yang mulus. Tempat penginapan kita memang sederhana tapi nyaman udah gitu ada dermaga sendiri jadi nanti ke kalo mau snorkling langsung berangkat dari situ trus juga langsung bisa menikmati sunset tanpa perlu jalan ketempat lain.

Kita pesen 3 kamar, 1 buat perempuan dan sisanya buat cowo. Setelah masukin barang-barang ke kamar, sholat trus sejenak menikmati suasana, kita berangkat ke pantai Ujung Gelam buat makan siang dengan dianter mobil pick up yang tadi, trus kita dikasih tau sama pemilik penginapan namanya Pak Kul kalo beli makan jangan semuanya beli di satu warung, tapi harus ke yang lain juga, biar bagi-bagi rejeki katanya. Dan jadinya kita beli makan di warung satu, beli minuman disebelahnya trus beli gorengan di yang lain. 😀

Pantai Ujung Gelam ini cakep, bersih, ombaknya tenang, udah gitu dipenuhi pepohonan jadi meski siang terik tapi tetap adem. Kita makan di pinggir pantai sambil menikmati semilir angin, mendengar deburan ombak dan memandang ke lautan, damai banget.  Setelah makan kita masih main-main disitu dan duduk-duduk di pasirnya, sampe udah mulai pada ngantuk trus ada yang bilang “balik ke penginapan yuk”.

Balik penginapan kita ga naik mobil tapi menyusuri pantai Ujung Gelam terus nyampe di Pantai Batu Topeng. Nah disini karena ada tempat duduk trus ketemu orang yang udah 3 hari kemping di situ dan ternyata SENDIRIAN *berani euy*, jadinya kita istirahat disitu, mungkin karena suasananya yang emang enak jadi beberapa ada yang ngantuk trus merem eh terus tidur beneran, ada kali 30 menit kita disitu maen-maen sambil nunggu yang pada tidur baru jalan lagi.

Nyampe penginapan langsung istirahat dan mandi karena badan udah lengket banget, abis itu kita ngumpul di dermaga menunggu sunset yang mana karena berawan jadi ga dapet sunset yang ciamik, lanjut makan malam trus ngobrol di pendopo sambil ngitung share cost hari ini trus tidur. Dan mungkin karena capek kepanasan anaknya temenku jadi rewel dan baru tidur hampir tengah malam.

Weekend Getaway -Pulau Pari

Finally! Vitamin Sea! Yeayy!

Jadi waktu abang ngasih tau kalo temen-temen kantornya mau pergi ke Pulau Pari tgl 26-27 November, trus dia nanya aku mau ikut atau ga, udah pasti aku langsung jawab mau banget. Soalnya emang pengen banget ke laut dan main-main di pantai, kangen suasana pantai, kangen snorkeling.

Akhirnya minggu lalu berangkatlah kita ke Pulau Pari, ngumpul di kantor abang trus naik taksi online bareng-bareng ke pelabuhan Kali Adem, Muara Angke. Kita naik kapal KM. Ratu Serinding dan perjalanan dari pelabuhan Kali Adem ke Pulau Pari kurang lebih 2 jam, lebih deket dibandingkan perjalanan ke Pulau Pramuka.

Sesampainya di pulau kita langsung menuju homestay. Karena yang ikut ada 23 orang jadinya booking 6 homestay, 3 homestay buat yang ngajak keluarganya, dan sisanya dibagi buat yang cowo dan cewe. Abis pembagian homestay trus naro barang-barang langsung kabur ke pantai pasir perawan, kalo yang lain naik sepeda aku mah jalan aja *padahal takut jatoh* lagipula jalan kaki ga nyampe 10 menit.

Meski panas terik tapi ngeliat pemandangan pantai yang cantik dan bersih duh bener2 nyegerin mata banget, apalagi pantainya terpisah2 dan karena surut  jadi kita bisa jalan dari satu pantai ke pantai lain apalagi ditengah tengah ada gazebo buat santai2. Tapi karena rencananya mau snorkeling dan belum makan siang juga jadi ditahan dulu buat main2 disana. Balik dari pantai pasir perawan, lanjut makan siang yang udah tersedia trus lanjut sholat dan siap2 buat snorkeling.

Perjalanan dari pulau ke spot snorkling cuma 1/2 jam, dan alhamdulillah cuacanya bagus banget dan lautnya jernih jadi bisa puas ngeliat ikan-ikan yang berenang dan dasar laut. Aku yang sudah menanti-nantikan kesempatan ini tentu ga menyia-nyiakan, begitu kapal berhenti langsung turun ke laut meski awal2 masih gagap pake masker dan snorkelnya yang berakibat air laut masuk melulu ke mulut dan mata jadi perih, tapi setelah beberapa lama menyesuaikan akhirnya mulai nyaman dan bisa berlama2 didalam air, dan baru naik ke kapal gara-gara kakiku kram :(.

Abis dari spot snorkeling yang pertama, lanjut pindah ke spot berikutnya yang kedalamannya paling cuma 3-4 meter, yang emang niatnya buat main-main doang tapi karena ga terlalu dalam jadi banyak kena terumbu karang, jadi cuma sebentar doang trus balik ke pulau.

Balik ke pulau apakah kita langsung bebersih? tentu tidak!. Lanjut dong main-main lagi di pantai pasir perawan, trus disana ada penyewaan perahu buat yang mau berkeliling ke hutan mangrove, jadilah kita sewa satu perahu karena pengenkeliling trus ke pohon abadi. Sebenarnya sih kondisinya lagi surut makanya kadang perahunya mentok ke dasar, tapi untungnya tukang perahunya udah ahli jadi dia bisa mengendalikan perahu.

Dan senengnya kalo lagi surut jadi kita bisa turun dan jalan kaki diantara pohon bakau tentunya bisa foto-foto disantara  pohon bakaunya, trus menuju ke pohon abadi ternyata kontur pasirnya naik turun jadi mesti hati2 kalo ga mau jatuh. Trus ketemu bintang laut jadilah dipegang anak2, tapi tenang ko cuma sebentar dipegang abis itu dibalikin lagi keasalnya.

Balik dari keliling lanjut main-main di pantainya, rencananya mau sampe sunset tapi ternyata udah pada kedinginan dan kelaperan akhirnya udahan dan balik ke homestay buat bebersih, dan istirahat sambil menunggu makan malan yang dilanjutkan dengan barbaque yang ternyata baru mulai jam 9 malem. Karena makan malam dihomestay cowo, jadilah abis makan malam trus duduk-duduk di warung depan sampe bosen akhirnya aku balik dulu ke homestay buat istirahat sambil nunggu barbeque, eh yang ada aku malah ketiduran dan ga ada yang berani bangunin karena ngeliat aku yang pules banget tidurnya dan bangun2 udah jam 4 karena suara hujan yang deres banget akhirnya abis sholat subuh tidur lagi bangun2 jam 7 *gagal rencana ngeliat sunrise*.

Bangun tidur sakit perut ya udah sekalian aja mandi, eh selesai mandi keluar2 udah ga ada orang yang ternyata pada ke homestay cowo2 buat sarapan, ya udah sekalian aja aku beberes dan ngangkat jemuran pakaian yang niatnya buat dikeringin malah jadi basah lagi karena hujan. :(. Abis itu baru ke homestay cowo buat sarapan sekalian ngasih pakain kotor ke abang biar diberesin :P.Selesai sarapan ada yang ke pantai lagi atau siap2 karena kita mesti chek out jam 10 dan kapal berangkat jam 11.

Berbeda dengan waktu berangkat yang kapalnya relatif kosong jadi kita bisa pindah2 tempat duduk bahkan bisa tiduran dikursi perjalanan pulang lebih penuh. Namun bersyukur banget karena cuacanya yang cerah meski pagi tadi hujan, jadi perjalanannya lancar dan selamat sampai di pelabuhan Kali Adem, setelah itu balik ke kantor abang dan baru misah balik ke rumah masing2.

Terimakasih abang udah ngajak ade jalan2 *ketcup basah*