Jelajah Yogya dan Sekitarnya-Day 4

Karena hari ini merupakan hari terakhir kami di Yogya, jadi tempat yang kami kunjungi masih di sekitaran kota Yogya, biar ga ribet dan terburu-buru waktu pulang nanti.

Memanfaatkan waktu sebelum chek out, jadi setelah sarapan kami langsung ke Taman Pintar dan wahana yang pertama kali kami datangi adalah Planetarium, karena abang yang penasaran pengen kesana dan selalu gagal kalo mau ke Planetarium yang ada di TIM. Berhubung waktu kami mau masuk ternyata show yang pertama sudah mulai dan ga bisa masuk di tengah-tengah, jadi kami mesti menunggu untuk masuk yang show berikutnya, tapi tenang ko jeda antara show satu dengan yang berikutnya hanya setengah jam.

Daripada hanya menunggu, kami manfaatkan dengan keliling Taman Pintar dan memainkan beberapa permainan yang ada disana, setelah itu baru deh kami masuk ke Planetarium dan menyaksikan film yang menampilkan simulasi suasana langit Yogya pada malam hari dengan berbagai macam benda angkasa dan susunan bintang yang nampak pada saat itu dan dilanjutkan dengan film perjalanan manusia di Bulan. Menurutku bagus dan dan mendidik banget.

Berhubung hari jumat, setelah dari planetarium kami langsung balik ke hotel buat chek out terus kembali lagi ke Taman Pintar karena disana ada masjid, bersyukur hotelnya deket dan proses chek outnya mudah jadi ga makan waktu lama kami sudah nyampe di Taman Pintar lagi. Sambil menunggu abang sholat jumat aku  duduk di bawah pohon sambil ngemil sosis dan menikmati suasana anak-anak yang happy banget main air di playgroud. Ah bahagia di dunia anak-anak simple banget ya, maen air begitu aja udah seneng banget. 😀

Setelah aku gantian sholat dengan abang yang udah selesai sholat jumat trus Gedung Oval baru dibuka kembali am 1, maka kami putuskan makan siang dulu di foodcourtnya, ga terlalu banyak pilihan disana akhirnya kami cuma pesen nasi goreng aja. Setelah mengisi perut baru deh jalan ke Gedung Oval yang pas banget baru dibuka sehingga kami bisa langsung masuk.

Gedung Oval ini merupakan wahana yang terdiri dari berbagai zona, mulai dari zona akuarium air tawar, zona kehidupan pra sejarah, Doom Area yang terdapat stand yang memperagakan alat iptek sederhana, zona cuaca iklim dan gempa, zona tata surya, zona nuklir, dan banyak lagi. Dan semuanya bener-bener memberikan edukasi selain bisa menikmati setiap zona dan mencoba berbagai macam permainannya. Dan yang terbaru di gedung oval ini adalah ada tempat khusus yaitu dunia terbalik dan tentu saja kami ga melewatkan kesempatan untuk berfoto disitu. 😀

Setelah puas berkeliling di Gedung Oval, kami lanjut ke tempat oleh-oleh eh ga lama hujan deras banget sehingga kami harus menunggu hujan reda di tempat oleh-oleh. Setelah reda untuk menafaatkan watku yang tersisa beberapa jam sebelum jadwal  pulang, akhirnya kami putuskan buat ngemil di pizza tugu yang ada di depan Pop Hotel tempat kami menginap. Pesen capucino dan pasta yang ternyata enak, pengen pizzanya karena kayanya enak soalnya pembakarannya pake tungku bukan di oven, tapi takut kekenyangan. 😛

Setelah mengembalikan motor sama mas rental di depan stasiun, kami langsung masuk ke stasiun dan menunggu kereta Taksaka yang berangkat jam 8 malam. Dan enaknya naik kereta malam kami bisa istirahat sepanjang perjalanan dan nyampe Gambir jam 4 pagi. Yang lucu waktu berangkat kami bareng rombongan anak SMA yang baru lulus yang mau liburan, eh pulangnya kami bareng para opa-oma yang abis liburan, dan ternyata opa-oma ini sama ramenya juga. Seru aja ngeliat mereka semangat cerita tentang liburannya, ternyata untuk hal liburan ga hanya anak muda yang seneng udah lanjut usia pun liburan bareng itu tetap bikin seru dan menyenangkan :)).

Karena kami naik motor dari rumah ke stasiun Gambir, jadi motor kami inapkan di parkiran stasiun. Karena abang yang biasanya naik kereta dari Senen dan beberapa kali motornya menginap di parkiran stasiun dan memang ada tempat untuk parkir yang meningap dengan tarifnya berbeda, jadi mikirnya oh mungkin sama dengan stasiun Senen. Ternyata tidak teman-teman, di stasiun Gambir hanya ada tarif per jam dan tidak ada tarif khusus untuk kendaraan yang menginap, jadi untuk motor yang kami inapkan selama 4 malam kena bayar sebesar Rp. 217.000 (parkir paling mahal seumur perpakiran kami) :)).

Setelah bayar parkir yang super mahal itu, kami lanjut pulang yang niatnya mau makan bubur di daerah cikini ternyata masih pada tutup (iyalah masih subuh), akhirnya makan di mcd, nyampe rumah beberes rumah sambil ngeluarin baju kotor buat di cuci, terus tidur kecapean. Dan berakhir sudah liburan kami, terimakasih abang atas liburan yang super duper menyenangkan ini, semoga rejeki slalu berlimpah  biar bisa liburan ketempat lain ya :D.

Jelajah Yogya dan Sekitarnya-Day 3

Tujuan kami hari ini ke Goa Pindul yang ada di daerah Gunung Kidul. Perjalanan dari Yogya ke Goa Pindul ini lumayan hampir 2 jam, apalagi sempat ada kemacetan karena perbaikan jalan. Banyak tulisan atau plang petunjuk goa pindul, tapi arahnya menuju tempat jasa paket wisata Goa Pindul bahkan dari 5 km sebelumnya, jadi kalian harus memastikan lokasi tepatnya ya.

Begitu masuk ke jalan arah goa pindul, tiba-tiba ada bapak yang mengiringi jalan kami dan langsung bilang “mau ke gua pindul ya, sini saya antar.”, karena sebenarnya kami ga mau diantar dan terbilang santai yang penting sampai tujuan, tapi  bapaknya di depan kami,  mau ga mau kami mengikuti bapak tersebut.

Untuk masuk ke daerah (daerah ya bukan tempat wisatanya), kami dikenakan biaya restribusi Rp. 10.000/org, dan bener aja ketika bapak tersebut berhenti di salah satu tempat paket wisata dengan nama Kedunggupit Adv dan mengajak kami serta menawarkan beberapa paket yang ada disana.

Kami mengambil paket yang terdiri dari 4 tempat yaitu : Goa Sriti, Goa Baru, Cave Tubing Goa Pindul dan terakhir river tubing sungai Oyo seharga Rp. 170.000/org. Karena tidak ada kuota atau jumlah miniminum untuk paket ini, jadi berapapun jumlah orang yang ada bisa langsung berangkat. Jadi setelah ganti baju dan pake pelampung kami langsung berangkat ditemani guide.

Tujuan kami yang pertama yaitu ke Goa Sriti yang mempunyai panjang 320 m dan berada di bawah jalan raya, jadi ada dibawah tanah dan dilalui air bawah tanah meski ga dalam. Menyusuri goa ini terbilang seru karena kita akan berjalan di air atau kadang di tempat tertentu jadi berenang kalo memang agak dalam, tapi juga agak menakutkan bagi yang takut gelap (kaya aku),  meski guidenya membawa senter tapi tetap aja rasanya gelap :D. Asyiknya kami bisa berhenti untuk melihat stalagtit dan stalagmit, dan nanti keluarnya diseberang jalan. Karena penasaran aku nanya ke guidenya apakah airnya tetep segitu atau bisa naik, ternyata airnya bisa naik dan menutup goa, jadi pada saat itu goa ditutup dan tidak boleh dimasuki.

Tujuan selanjutnya ke Goa Baru, disebut goa baru karena baru ditemukan akhir tahun 2013, setelah itu baru kita cave tubing ke Goa Pindul, karena memang banyak yang melakukan cave tubing jadi mesti ngantri. Menyusuri goa Pindul dengan bersantai di atas ban asyik dan seru juga, melihat keindahan dalam goa, stalagtit dan stalagmit yang ada, dan kelelawar yang bergelantungan, damai dan tenang banget.

Setelah selesai cave tubing di Goa Pindul, kami menuju tempat yang terakhir yaitu river tubing di sungai Oyo, yang menurut kami malah kurang seru karena jeramnya cuma pas diawal doang, trus selebihnya hanya menyusuri sungai yang tenang jadi berasa ngantuk selama perjalanan mana gerimis pula yang ada bikin pengen tidur 😛

Setelah selesai kami balik ke tempat awal, langsung mandi dan ganti baju, trus karena hujan jadi belum bisa balik jadi kami menunggu disana dan karena lapar trus ada yang jual bakso bakar akhirnya kami beli Rp. 10.000 dapat 5 tusuk, dan setelah kami makan ternyata enak bumbunya pas (entah efek lapar apa emang enak), akhirnya kami beli 5 tusuk lagi :)).

Setelah hujan berhenti kami langsung jalan dan menuju tempat wisata berikutnya yaitu Pinus Pengger, lagi-lagi karena ada diatas bukit/gunung jadi perjalanannya menanjak dan mendaki plus udaranya dingin abis hujan juga, tapi dikasih pemandangan yang bagus banget sepanjang perjalanan. Nyampe di pinus pengger bayar restribusi Rp. 3.000/orang, dan kita bisa puas menikmati suasana di hutan pinus, dan disana tentu saja banyak spot foto yang cakep-cakep.

Setelah cukup menikmati suasana hutan pinus dan agak mendung juga khawatir hujan sedangkan perjalanan kami masih jauh, jadi kami putuskan buat balik dan setelah seharian ga makan cuma nyemil doang, sampe di Yogya kami milih makan di Bale Ayu dan kalap milih menu ikan gurame bakar, cumi saos padang, cah kangkung, udang telor asin, kerang, es campur, es teh manis 2 dan itu abis semua sama kami berdua :)).

Setelah itu balik ke hotel buat istirahat, karena besok hari terakhir di Yogya jadi pengen keliling dalam Yogya aja.

Jelajah Yogya dan Sekitar-Day 2

Kalo kemaren kami ke daerah Magelang, hari ini destinasi kami ke Kulon Progo dengan tujuan utama ke KALIBIRU. Tentu semua udah pada tahu dong tentang Kalibiru ini, tempat wisata yang memiliki pemandangan yang cakep banget, tentu saja  menjadi spot foto yang keren dan terletak di atas bukit. karena itulah Kalibiru menjadi salah satu list yang kami kunjungi.

Berbekal GPS, kami berangkat setelah sarapan. Lama perjalanan dari Yogya ke Kalibiru kurang lebih 1 jam. Jalanan yang dilalui tidak semuanya beraspal ada yang berbatu jadi mesti hati2. Dan waktu kami mau ke Kalibiru, tiba-tiba diberhentikan oleh seseorang kemudian diberi tahu kalo jalanan kesana agak curam, terjal, licin dan berliku jadi disarankan naik jeep yang bisa disewa ataupun naik ojek. Aku yang udah merasa kalo dia mencari pelanggan untuk penyewaan jeepnya dan setelah melihat motor yang tukang ojek pakai sama dengan yang kami kendarain sekarang, dan lagipula banyak penduduk yang bolak balik naik motor, berarti kan aman untuk mengendarai sampai keatas. Akhirnya aku bilang kalo kami akan nyoba dulu keatas nanti kalo memang ga bisa dan ga memungkinkan naik motor kami akan balik. Jadilah kami lanjutkan perjalanan dan memang jalanannya berbatu dan agak curam, ngeri-ngeri sedap sebenarnya karena sebelahnya jurang, tapi kalo memang yakin kendaraannya kondisinya fit, insyaallah bisa ko nyampe keatas. Dan terbukti kami bisa mencapai atas tanpa kendala apapun. (Alhamdulillah aku ga mesti turun dari motor). 😀

Setelah parkir dan jalan mendaki sedikit, tiba di loket masuk dan bayar Rp. 5.000/orang. Ini tiket masuknya aja ya kalo mau foto dan nyetak atau copy foto mesti bayar lagi. Dan begitu sampai memang bener pemandangannya bagus banget Masya Allah bikin betah berlama-lama disitu, dan disana terdapat bermacam-macam spot foto di beberapa lokasi yang berbeda dan dikenakan Rp. 30.000/spot, dan karena mereka ga terima nyetak foto yang ada copy/transfer foto yang dikenakan Rp. 5.000/foto. Tentu kami ga bakal melewatkan kesempatan buat foto di salah satu spot itu. Waktu naik ke Spot foto panggung, pas naik mah biasa aja lagipula udah pake safety tapi tetep aja ketika diatas langsung mengkeret apalagi pas disuruh foto duduk dipinggir langsung nyali ciut.  :))

Abis itu kami mampir di salah satu warung dan pesen mie rebus, kopi dan gorengan. Karena gorengannya baru mateng trus enak ditambah suasana yang dingin jadi kami berdua menghabiskan 10 gorengan, Waktu mau bayar terus nanya ibunya berapa totalnya abis berdua cuma 16 ribu aja, aku yang ga yakin memastikan lagi apa aja yang kami makan dan jawaban ibunya tetap sama, terus aku tanya emang gorengan harganya berapa? ternyata cuma lima ratus rupiah. Iya bener gopek doang, padahal gorengannya gede-gede loh udah gitu enak pula. (murah banget kan) Akhirnya kami beli lagi gorengannya buat bekel dijalan.

Setelah puas menikmati Kalibiru, kami balik dan kali ini kami melewati jalan yang berbeda dengan yang sebelumnya, karena menurut bapak penjaga parkir jalananannya lebih landai. Dan memang sih jalanannya ga terlalu curam tapi tetep aja ngeri kalo lagi pas-pasan dengan kendaraan lain, jadi kami jalan pelan-pelan dan kalo udah turunan banget aku mending tutup mata aja daripada bikin ribut dan diomelin abang saking takutnya. 😛

Ternyata jalanan yang kami lalui melewati waduk Sermo, tapi karena cuaca mendung dan gerimis akhirnya kami cuma lewati saja ga pake berhenti, dan karena takut nyasar jadi  kami ngikutin orang-orang  yang mau ke jalan utama juga. Selanjutnya kami ke pantai Glagah, yang kami kira akan bagus pantainya ternyata bukan pantai untuk berenang karena ombaknya yang besar dan pasirnya yang hitam, jadi disana kami cuma duduk sambil menikmati ombak, nulis di pasir dan ngeliat kepiting kecil yang lagi jalan ke lobangnya.

Malamnya rencana mau makan di alun-alun sambil mengeliat kemeriahan disana, ternyata pas nyampe alun-alun ko sepi ga ada odong-odong yang ngehits, eh ternyata kami salah alun-alun, jadilah pergi ke alun-alun yang satunya dan begitu masuk udah rame meriah dengan berbagai macam odong-odong dan musiknya yang meriah. Karena niatnya mau makan akhirnya kami melipir ke salah satu warung yang menyediakan nasi goreng, trus pesen wedang ronde yang ternyata enak, nasi gorengnya pun enak karena dimasaknya bukan kompor gas/minyak tapi bara.

Karena penasaran pengen nyobain naik odong-odong, aku ngajak abang buat naik awalnya ga mau tapi ngeliat istrinya yang pengen banget akhirnya mau juga, waktu bingung mau naik yang mana, ada yang nyamperin dan ngasih harga, terus ditawar jadi Rp. 25.000/satu kali putaran. Dan ternyata pegel juga ngayuhnya, mana padat kan jadi sering berhentinya. Tapi yang penting udah ngerasain naik odong-odong versi keren dan meriah :)).

Dan karena masih jam 9, aku pengen ngopi, akhirnya kami mencari cafe yang masih buka deket situ, tapi ternyata ga cuma pesen kopi tapi  pesen makanan juga, jadilah kami berdua makan lagi (gimana ga gembul). :))

 

Jelajah Yogya dan Sekitarnya-Day 1

Terakhir kali kami liburan ke Yogya itu tahun 2012, dan merupakan liburan jauh kami yang pertama, namun saat itu kami kurang mengeksplore Yogya dan sekitarnya, hanya ke Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, Taman Pintar dan keliling Malioboro. Begitu tahu di sekitar Yogya banyak tempat wisata yang bagus dan menarik jadi kepengen lagi liburan kesana dan Alhamdulillah kesampaian di tahun ini.

Jadi seminggu setelah balik dari Karimun Jawa, aku dan abang lanjut liburan lagi ke Yogya. Kali ini hanya kami berdua karena memang udah direncanakan dari awal tahun dan memang niatnya sekalian ngerayain anniversary disana.

Kami naik kereta Taksaka yang berangkat jam 9 malam biar bisa istirahat sepanjang perjalanan dan sampai yogya jam 4 pagi. Setelah sholat subuh, bebersih kami janjian sama mas dari rental motor di Malioboro baru deh perjalanan dimulai. Tujuan pertama sarapan di soto lamongan didepan hotel Temtrem, rekomendasi si mas rental yang katanya enak, lanjut ke destinasi liburan pertama kami yaitu Candi Borobudur karena memang kami berdua belum pernah kesana jadi udah diniatin banget kalo ke Yogya lagi wajib kesana.

Bersyukur dengan adanya GPS saat ini, memudahkan banget bagi kami yang buta jalanan jadi perjalanan dari Yogya ke Borobudur tanpa nyasar, udah gitu jalanan yang lengang dan lebar menyebabkan tanpa sadar kecepatan motor diatas 80km/perjam, jadi aku mesti ingetin abang buat ngurangin kecepatan.

Nyampe di Borobudur langsung  menuju loket dan beli tiket masuk  Rp. 40.000/org, dan waktu masuk tas kita diperiksa karena ga boleh bawa makanan kecuali minuman dan ransel harus dititipkan yang nanti bisa diambil di tempat penitipan di pintu keluar. Alhamdulillah sih bagi kami yang bawa ransel jadi malah seneng ga berat bawaannya.

Kami berkeliling candi, menyusuri setiap undakan hingga paling atas, dan karena ga tahu  tentang kisah/cerita relief yang terpahat, jadi ketika ada rombongan sekolah trus guide menjelaskan aku ikutan aja dengerin hehehe. Setelah capek mengitari Borobudur dan cuaca udah panas padahal baru jam 10, akhirnya kami keluar dari kawasan Borobudur, setelah sebelumnya ngambil tas di tempat penitipan di pintu keluar. Setelah menikmati es kelapa dan abang menikmati mienya, aku baru sadar kalo botol termosku ga ada, mungkin terjatuh waktu mindahin barang dari pintu depan ke pintu keluar, dan waktu ngambil tadi aku ga ngecek lagi, trus mau balik ko males lagi, hikss padahal itu termos baru dan awet buat bawa air panas.

Karena bingung mau kemana karena kalo ngikutin itin harusnya ke hotel buat chek-in tapi karena kepagian dan setelah ngeliat google map puthuk setumbu dan Gereja Ayam ternyata deket dari situ akhirnya kami putuskan kesana aja sekalian.

Perjalanan dari Borobudur ke pintu masuk Puthuk Setumbu kurang lebih 1/2 jam, dan sepanjang perjalanan kami melewati perkampungan yang sepi dengan bentuk rumah yang jadul, enak sih suasananya keliatan adem tentrem tapi kalo malam gelap banget pastinya soalnya ga ada lampu jalanan, tapi tenang petunjuk ke Puthuk Setumbunya jelas ko jadi insya allah ga nyasar.

Untuk ke puthuk setumbu dikenakan tiket masuk Rp. 15.000/orang, dan disediakan guide juga kalo memang butuh dengan fee seikhlasnya (ga tau ini seikhlasnya berapa), karena kami cuma berdua dan ingin menikmati perjalanan tanpa orang lain jadi kami mimilih ga perlu guide. Untuk menikmati pemandangan yang cakep dan keren memang dibutuhkan perjuangan, karena memang perjalanan yang menanjak dan mendaki bukit. Namun setelah nyampe disana ada kepuasan tersendiri, pemandangan yang luas terbentang dan udara yang sejuk bener-bener bikin kami terpana dan ngantuk kalo kelamaan :)).

Setelah itu kami putuskan untuk ke Gereja Ayam yang terkenal karena film AADC. Kami melewati jalan setapak lewat hutan, karena kami tidak terburu-buru jadi santai aja jalannya sesekali berhenti buat foto-foto atau sekedar menghirup udara segar yang bebas polusi.

Sampai di Gereja Ayam, dikenakan tiket Rp. 15.000/orang, dan tiket dapet ditukarkan dengan 2 potong singkong goreng yang enak banget plus sambelnya (ko jadi ngiler yah). Ternyata gerejanya sedang direnovasi tapi kita bisa ko keliling dan naik ke puncaknya, bahkan saat kami kesana ada yang lagi foto pre-weeding. Dan dari puncak kami bisa melihat Candi Borobudur, tapi karena diatas terik yang ada kalo foto mata tertutup mengerenyit karena silau :)) .

Setelah cukup puas kami sudahi kunjungan ke Gereja Ayam dan balik lagi ke Yogya karena kami menginap di  Yogya, dan sebelum ke hotel mampir dulu ke Gudeg Yu Djum buat makan siang. Nyampe hotel langsung chek-in yang alhamdulillah ga pake lama trus beberes, mandi dan istirahat, malamnya baru deh nyari makanan di angkringan yang murmer tapi bikin kenyang (gimana ga kenyang nasinya 3, satenya 6) 😀

Setelah kenyang balik ke hotel buat istirahat mempersiapkan tenaga karena besok mau ke KALIBIRU, Yeay..!!!